Seperti dilansir AFP, Senin (13/2/2017), sekitar 2 ribu orang ikut unjuk rasa yang digelar di luar gedung pengadilan Bobigny pada Sabtu (11/2) waktu setempat. Mereka menyerukan keadilan bagi pemuda bernama Theo (22) yang harus menjalani operasi setelah mengalami tindak kekerasan dari polisi, saat ditangkap pekan lalu, di pinggiran Aulnay-sous-Bois.
Unjuk rasa itu awalnya berjalan damai. Namun sekelompok demonstran kemudian bentrok dengan polisi yang mengawal unjuk rasa. Demonstran yang terlibat bentrok, kemudian mengamuk dan menyerang mobil-mobil, toko serta properti publik yang ada di sekitar lokasi unjuk rasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Polisi Prancis Sodomi Pemuda, Ratusan Warga Berdemo di Paris
Seorang anak kecil yang terjebak di dalam sebuah mobil yang dibakar, berhasil diselamatkan oleh seorang demonstran yang berusia 16 tahun. Demonstran itu kemudian dijuluki pahlawan oleh publik setempat lewat media sosial.
Kepolisian setempat menuding ratusan demonstran mendalangi aksi kekerasan dan perusakan.
Theo yang dikenal sebagai relawan muda, mengaku disodomi polisi dengan tongkat saat dia akan ditangkap. Tidak hanya itu, Theo juga menjadi korban kekerasan rasialisme yang dilakukan oleh para polisi yang akan menangkapnya.
Sedikitnya satu polisi telah dijerat dakwaan sodomi terkait kasus ini dan tiga polisi lainnya dijerat dakwaan penyerangan. Keempat polisi itu telah dinonaktifkan dari tugas resmi mereka.
Spanduk demonstran bertuliskan 'Keadilan untuk Theo. Kami bukan mangsa polisi!!! Lingkungan kita bukan lapangan tembak!!! Foto: AFP Photo/Eric CABANIS |












































Spanduk demonstran bertuliskan 'Keadilan untuk Theo. Kami bukan mangsa polisi!!! Lingkungan kita bukan lapangan tembak!!! Foto: AFP Photo/Eric CABANIS