Menurut Jabar Qahraman, utusan kepresidenan Afghanistan untuk keamanan di Helmand, serangan-serangan udara terhadap para militan Taliban di distrik Sangin, Helmand tersebut dilancarkan pada 9 Februari lalu. Dikatakannya, 22 warga sipil tewas dalam serangan udara AS tersebut, termasuk 13 orang dari satu keluarga dan 9 orang dari satu keluarga lainnya.
Namun Qahraman menuding, Taliban telah menggunakan warga sipil sebagai tameng hidup di wilayah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika Taliban menggunakan warga sipil sebagai tameng mereka melawan pasukan keamanan, insiden tersebut terjadi," imbuhnya.
Seorang warga lokal, Hameed Gul mengatakan dirinya kehilangan sembilan orang anggota keluarganya, termasuk ibu dan saudara perempuannya dalam serangan AS tersebut. "Bohong jika mereka menyerang Taliban," cetus pria tersebut.
Terkait peristiwa tersebut, juru bicara militer AS, Kapten Angkatan Laut Bill Salvin, mengatakan bahwa pasukan AS tengah menyelidiki laporan jatuhnya korban warga sipil di distrik tersebut.
"Kami sedang bekerja dengan tekun untuk memastikan apakah warga sipil tewas atau terluka akibat serangan-serangan udara AS, yang dilakukan untuk mendukung pasukan Afghan di Sangin dan sekitarnya," ujar Salvin dalam statemen tertulis.
Ditambahkan Salvin, penyelidikan saat ini masih terus berlangsung dan belum mencapai kesimpulan apapun. (ita/ita)










































