Ratusan Imigran Ilegal Ditangkap, Trump: Itu Penuhi Janji Kampanye

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 13 Feb 2017 09:46 WIB
Donald Trump (REUTERS/Kevin Lamarque)
Washington DC - Ratusan imigran tanpa dokumen resmi ditangkap di Amerika Serikat (AS) sepanjang pekan lalu. Presiden Donald Trump menyebut hal ini sejalan dengan janji semasa kampanyenya untuk mengenyahkan imigran ilegal pelaku kriminal dari AS.

Seperti dilansir AFP, Senin (13/2/2017), Departemen Imigrasi dan Bea Cukai federal AS (ICE) menangkap para imigran tanpa dokumen resmi yang hidup di berbagai kota besar AS seperti Atlanta, Austin, Chicago, Los Angeles, dan New York. Mereka menyebut penangkapan itu operasi 'rutin'.

Semasa kampanye, Trump berjanji akan mendeportasi 3 juta imigran yang memiliki catatan kriminal. Pada Minggu (12/2) waktu setempat, via Twitter, Trump menyebut penangkapan para imigran ilegal itu memenuhi janjinya.

"Pemberantasan (imigran) pelaku kriminal ilegal semata-mata memenuhi janji kampanye saya. Anggota geng (kriminal), pengedar narkoba dan yang lain dipindahkan!" kicau Trump via akun Twitter pribadinya @realDonaldTrump.

Baca juga: Warga Meksiko Gelar Demonstrasi Besar untuk Protes Presiden Trump

Penangkapan dan penggerebekan yang dilakukan aparat penegak hukum AS itu menindaklanjuti perintah eksekutif yang ditandatangani Trump pada 25 Januari lalu. Perintah eksekutif itu memprioritaskan deportasi imigran tanpa dokumen resmi yang telah dinyatakan bersalah atas tindak pidana.

Pemimpin operasi pemindahan ICE di Los Angeles, David Marin, menuturkan operasi ini telah direncanakan sebelum Trump dilantik pada 20 Januari lalu dan didasarkan pada perilaku para imigran itu sebelumnya. Untuk negara bagian California, sebut Marin, ada sekitar 160 imigran ilegal yang ditangkap.

Namun staf senior Trump, Stephen Miller, menuturkan kepada 'Fox News Sunday' penggerebekan imigran ilegal itu dipicu oleh perintah eksekutif Trump. "Imbas dari perintah presiden, aktivitas penegakan imigrasi yang lebih luas dan lebih bersemangat, sedang berlangsung," sebutnya.

"Memang benar bahwa Operation Cross Check terjadi setiap tahun. Tapi tahun ini, kita mengambil langkah baru dan lebih besar untuk memindahkan para warga asing pelaku kriminal dari masyarakat kita," imbuh Miller.

Baca juga: Usai Peluncuran Misil Korut, Trump: Amerika Dukung Jepang 100 Persen

Penggerebekan imigrasi yang diberi nama 'Operation Cross Check' dimulai sejak tahun 2011 di bawah Presiden Barack Obama.

Secara terpisah, seperti dilansir CNN, pejabat ICE di Atlanta mengkonfirmasi ada sekitar 200 penangkapan terkait imigran ilegal pelaku kriminal di negara bagian Georgia, North Carolina dan South Carolina. Sedangkan di Chicago, pejabat ICE Setempat menyebut ada lebih dari 200 imigran ilegal yang ditangkap di negara bagian Illinois, Indiana, Wisconsin, Kentucky, Kansas dan Missouri.

(nvc/ita)