Erdogan: Turki Segera Ambil Alih Benteng ISIS di Al-Bab Suriah

Erdogan: Turki Segera Ambil Alih Benteng ISIS di Al-Bab Suriah

Aditya Mardiastuti - detikNews
Senin, 13 Feb 2017 02:38 WIB
Erdogan: Turki Segera Ambil Alih Benteng ISIS di Al-Bab Suriah
Ilustrasi ISIS di Suriah/Foto: AFP Photo/Ayham al-Mohammad
Istambul - Tentara Turki yang didukung oleh pemberontak Suriah telah memasuki jantung benteng ISIS di Al-Bab. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan para tentara tersebut segera menangkap anggota ISIS di kota itu.

Kota Allepo di Suriah adalah benteng terakhir dari kelompok jihad di wilayah tersebut. Kota itu telah menjadi target serangan oleh pasukan pemerintah Suriah.

Sementara itu pihak oposisi Suriah mengumumkan formasi delegasi untuk menghadiri babak baru dalam pembicaraan damai yang disponsori oleh PBB di Jenewa pada 20 Februari mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ISIS telah ditekan dari rentetan serangan yang dilakukan oleh Suriah dan Irak. Kelompok tersebut telah mengambil alih wilayah itu pada 2014 dan menyatakan pendirian Kekhalifahan.

Dilansir dari AFP, Minggu (12/2/2017), Erdogan mengatakan hal itu di Istanbul. Dia menyebut Al-Bab kini dikepung dari berbagai sisi.

"Pasukan kami telah memasuki pusat," ujar Erdogan. Dia menambahkan, pengambilalihan jantung kota ini oleh sekutu Turki dan para pemberontak "tinggal masalah waktu".

"Pasukan Daesh mulai meninggalkan Al-Bab seluruhnya," ujar dia menggunakan akronim Arab untuk ISIS.

Menurut Pengamat HAM Suriah, pasukan Turki dan aliansi pemberontak memasuki Al-Bab pertama kali pada Sabtu (11/2), dari bagian barat.

Pengamat yang berbasis di Inggris melaporkan bentrokan terjadi di wilayah barat Al-Bab pada Minggu (12/2). Sebagaimana juga terjadi di pinggiran kota wilayah utara di mana pasukan Turki dan pemberontak sudah bergerak maju namun belum masuk ke kota.

Kantor berita Turkish Dogan melaporkan seorang tentara Turki terbunuh dan dua orang lainnya luka-luka dalam bentrokan dengan pemberontak ISIS. Hal itu menambah daftar 67 tentara Turki yang tewas sejak Ankara memulai Operasi Perisai Efrat pada Agustus dan menargetkan ISIS dan milisi YPG Kurdi.

(ams/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads