Gempa 6,5 SR Guncang Filipina, 4 Orang Tewas

Gempa 6,5 SR Guncang Filipina, 4 Orang Tewas

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 11 Feb 2017 09:05 WIB
Gempa 6,5 SR Guncang Filipina, 4 Orang Tewas
Foto: Zainal Abidin
Manila, - Gempa mengguncang wilayah Filipina selatan dan menewaskan setidaknya empat orang. Gempa berkekuatan 6,5 Skala Richter (SR) tersebut menyebabkan warga panik berlarian meninggalkan rumah-rumah mereka.

Gempa yang mengguncang Pulau Mindanao tersebut juga menyebabkan aliran listrik terputus di kota Surigao, lebih dari 700 kilometer sebelah tenggara ibukota Manila. Sejumlah bangunan roboh akibat gempa dan beberapa orang dilaporkan masih tertimpa puing-puing.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (11/2/2017), gempa yang terjadi pada Jumat (10/2) pukul 22.00 waktu setempat itu terjadi pada kedalaman 27 kilometer. Pusat gempa berada sekitar 13 kilometer sebelah timur kota Surigao. Tak ada ancaman tsunami akibat gempa ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pejabat-pejabat setempat mengatakan, empat orang tewas dan lebih dari 100 orang terluka akibat gempa ini.

Juru bicara pertahanan sipil wilayah setempat, April Sanchez mengatakan, setidaknya 7 orang terluka di pinggiran Surigao akibat tertimpa puing-puing bangunan. Beberapa orang lainnya dilaporkan luka-luka di kota Surigao.

"Mereka belum bisa menyebutkan berapa jumlahnya karena padamnya listrik akibat gempa," ujar Sanchez.

Seorang warga di Surigao, Profesor Rocks Tumadag mengatakan, banyak orang di kota tersebut berlarian ke tempat yang lebih tinggi karena khawatir akan terjadinya tsunami. Warga pun panik.

"Ada kepanikan di jalan-jalan," ujar Tumadag kepada AFP seraya banyak bangunan mengalami kerusakan dan serpihan memenuhi jalanan. "Kami mengalami banyak gempa di sini namun ini yang paling kuat," imbuhnya.

Badan Pertahanan Sipil menyatakan, satu jembatan telah ambruk beserta satu gedung dan beberapa rumah. "Ada laporan beberapa orang terjebak di dalam. Upaya penyelamatan masih berlangsung," demikian statemen Pertahanan Sipil.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads