Seperti dilansir AFP, Jumat (10/2/2017), serangan ini terjadi di kota Petah Tikva, di luar ibu kota Tel Aviv pada Kamis (9/2) waktu setempat. Kepolisian Israel menyebutnya sebagai insiden 'teroris' dan menyatakan pelaku penyerangan merupakan warga Palestina.
Laporan awal, menurut kepolisian Israel, menyebut pelaku yang berusia 19 tahun berasal dari wilayah Nablus, Tepi Barat. Pelaku berhasil ditangkap tanpa mengalami luka sedikitpun. Pistol yang digunakan pelaku dalam serangan ini masih berada di tangannya, saat pelaku ditangkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dituturkan juru bicara kepolisian Israel, bahwa pelaku melepas tembakan secara acak ke arah kerumunan warga Israel di pasar setempat, sebelum melarikan diri. Pelaku kemudian dikejar oleh sejumlah warga sipil yang berhasil melumpuhkannya.
"Polisi tiba sangat cepat dan mengambil senjata pelaku darinya," tutur juru bicara kepolisian Israel yang tidak disebut namanya itu.
Badan urusan medis Israel, Magen David Adom (MDA), mengakui tengah merawat tiga korban yang mengalami luka tembakan dan seorang pria yang mengalami luka tusukan di tubuh bagian atas. Petugas medis dari MDA menggambarkan situasi di lokasi kejadian sangat kacau.
Sedangkan lembaga media lainnya, United Hatzalah, menyebut satu pria lainnya dipukuli massa karena sempat dikira pelaku.
Kepolisian setempat menunjukkan foto sebuah bus di lokasi kejadian yang memiliki satu lubang peluru di kaca depannya. Serangan ini mengingatkan akan serangan maut di pasar terkenal Tel Aviv pada Juni 2016 lalu, yang menewaskan 4 orang.
(nvc/asp)











































