Melalui pesan audio berdurasi 11 menit yang dirilis Sabtu (4/2), seperti dilansir CNN, Rabu (8/2/2017), pemimpin AQAP Qassim al-Rimi melontarkan pernyataan keras menanggapi operasi militer AS pada 29 Januari lalu. Kelompok pemantau militan SITE Intelligence Group menerjemahkan isi pesan audio itu.
"Gedung Putih baru yang bodoh mendapat tamparan menyakitkan di wajahnya," ucap Rimi dalam pernyataannya yang disinyalir merujuk pada Trump.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rekaman audio itu, Rimi juga menyebut 'belasan warga Amerika tewas dan luka-luka'. Pernyataan itu sangat berbeda dengan keterangan militer AS yang menyebut satu personel SEAL Angkatan Laut AS tewas dan tiga personel lainnya luka-luka.
"Ketika orang-orang Amerika itu kabur, mereka menyeret sesamanya yang tewas dan luka-luka, dan mereka tidak menemukan alternatif lain selain menghancurkan pesawat mereka sendiri agar tidak menjadi bukti skandal mereka," sebut Rimi dalam rekaman audio itu.
Rimi mengakui tewasnya 14 pria dan 11 wanita serta anak-anak dalam operasi militer, yang merupakan operasi gabungan AS dengan Uni Emirat Arab tersebut. Dalam pernyataannya, Pentagon menyebut 14 militan AQAP tewas dalam operasi itu. Sedangkan untuk korban warga sipil, AS mengaku masih melakukan pemeriksaan menyeluruh.
Baca juga: Putri Eks Pemimpin Al-Qaeda Tewas dalam Operasi AS di Yaman
Meskipun LSM Reprieve dan para pekerja HAM di Sanaa, ibukota Yaman menyebut ada 23 warga sipil yang tewas. Salah satu korban tewas dilaporkan seorang anak perempuan berusia 8 tahun yang merupakan putri mendiang pemimpin AQAP, Anwar al-Awlaki, yang lahir di AS. Pada tahun 2011, al-Awlaki tewas dalam serangan pesawat tak berawak (drone) AS di Yaman.
Bagi AS, AQAP dikategorikan sebagai kelompok militan paling berbahaya. Rimi menggantikan pemimpin AQAP sebelumnya, Nasir al-Wuhayshi yang tewas dalam serangan drone AS tahun 2015.
Seorang pejabat senior militer AS menuturkan kepada CNN, Rimi menjadi target operasi di Yaman. Meskipun Rimi tidak ada di lokasi operasi, namun militer AS meyakini informasi intelijen yang dikumpulkan dari lapangan akan membawa militer AS kepadanya.
Baca juga: Serangan AS di Yaman Tewaskan Warga Sipil Termasuk Anak-anak
(nvc/ita)











































