Pelaku bom meledakkan bahan peledak di area parkir pada Selasa (7/2) waktu setempat, saat para pegawai MA akan menaiki bus untuk pulang ke rumah. Sejauh ini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom tersebut.
"Ayah saya dan saya keluar lewat area parkir ketika ledakan besar menghantam kami," ujar seorang saksi mata sembari menangis. "Ayah saya telah tiada sekarang. Bagaimana saya akan hidup tanpa dia?" katanya seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (8/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"21 Orang tewas (termasuk 3 wanita dan 1 anak), dan 41 orangn lainnya terluka dalam serangan bunuh diri hari ini di Kabul," ujar pejabat Kementerian Kesehatan Wahidullah Mayar lewat akun Twitternya.
Kementerian mengingatkan bahwa korban jiwa masih bisa bertambah mengingat banyak korban yang mengalami luka-luka parah.
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengutuk serangan bom itu dengan menyebutnya "kejahatan terhadap kemanusiaan dan perbuatan yang tak bisa dimaafkan".
Sebelumnya pada tahun 2013, kelompok militan Taliban pernah menargetkan MA Afghanistan. Saat itu, ledakan bom mobil bunuh diri menewaskan 15 warga sipil di pintu masuk gedung MA.
(ita/ita)










































