Dilansir Reuters, Rabu (8/2/2017), Kementerian Kesehatan Publik menyebut setidaknya 20 orang tewas. Sedangkan, 41 orang terluka dan dibawa rumah sakit-rumah sakit di Kabul.
Sejauh ini belum ada kelompok-kelompok tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Polisi setempat menyebut pelaku mengincar pegawai MA yang saat itu memang hendak pulang kantor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reuters juga melaporkan di lokasi terlihat bekas darah di jalanan. Tampak pula ambulans yang meninggalkan area itu.
Pelaku penyerangan tampaknya masuk ke area di mana para petugas keamanan melakukan security check ketika dia meledakkan bom itu.
Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, menyebut serangan itu sebagai 'kejahatan melawan kemanusiaan dan tindakan yang tak termaafkan'. (dhn/kst)











































