Sebut Dirinya Hormati Putin, Trump Pancing Kemarahan Republikan

Sebut Dirinya Hormati Putin, Trump Pancing Kemarahan Republikan

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 06 Feb 2017 09:46 WIB
Sebut Dirinya Hormati Putin, Trump Pancing Kemarahan Republikan
Donald Trump (REUTERS/Jonathan Ernst)
Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuai kemarahan politikus Partai Republik dan Partai Demokrat karena menyatakan tetap menghormati Presiden Rusia Vladimir Putin, terlepas dari berbagai pembunuhan bermotif politik dan invasi ke Ukraina yang dilakukannya.

Dua minggu menjabat Presiden AS, Trump tetap tidak mematuhi seruan Partai Republik yang menaunginya untuk menjauhkan diri dari rezim Putin. Trump justru terjun semakin dalam ke pertikaian politik AS.

"Saya menghormatinya (Putin-red). Iya, saya menghormati banyak orang, tapi itu bukan berarti saya akan akrab dengan mereka," tutur Trump dalam wawancara dengan acara televisi Fox News 'Bill O'Reilly' yang disiarkan Minggu (5/2) dan dilansir AFP, Senin (6/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika dimintai komentar soal keterkaitan Putin dengan berbagai pembunuhan jurnalis dan pengkritiknya, Trump menjawab: "Kita memiliki banyak pembunuh. Anda pikir negara ini begitu tak berdosa?"

"Mari kita lihat hal-hal yang telah kita perbuat. Kita melakukan banyak kesalahan," imbuh Trump.

Sejumlah politikus Republikan termasuk pemimpin Senat AS Mitch McConnell langsung melontarkan kritikan pada Trump atas komentar itu. "Saya pikir tidak ada yang bisa disamakan antara cara Rusia berperilaku dengan cara Amerika Serikat berperilaku. Dia (Putin-red) adalah mantan agen KGB, preman, tidak terpilih dengan cara yang sebagian orang sebut sebagai pemilu yang kredibel," sebut McConnell.

Kritikan juga dilontarkan mantan Duta Besar AS untuk Rusia serta penasihat mantan Presiden Barack Obama, Michael McFaul, yang menyebut komentar Trump itu 'menjijikkan'.

"Penyamaan moral yang terus dilakukan Trump antara AS dengan Rusia adalah menjijikkan dan tidak akurat," sebutnya via Twitter.

Kebanyakan politikus Republikan berulang kali menyerukan Trump untuk menjaga jarak dengan Putin. Namun sepanjang kampanye pilpres, Trump menolak mengkritik Putin dan menyebut hubungan yang lebih baik dengan Rusia akan menjadi kepentingan nasional AS.

Presiden AS yang baru ini mengungkapkan niatnya untuk bekerja sama dengan Rusia dalam memerangi kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Suriah. "Jika Rusia membantu kita dalam pertempuran melawan ISIS, yang merupakan peperangan besar, dan terorisme Islam di seluruh dunia, jugs peperangan besar. Maka itu hal yang baik," tutur Trump kepada Fox News.



(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads