Hubungan antara Iran dengan AS langsung memburuk sejak Trump resmi menjabat Presiden AS pada 20 Januari lalu. Trump menjanjikan posisi keras terhadap Iran yang disebutnya mengancam kepentingan dan sekutu AS.
Baca juga: Pemerintahan Trump Jatuhkan Sanksi Baru untuk Iran
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudal yang diluncurkan Iran pada uji coba itu memiliki jangkauan medium atau bisa mencapai 2.200 kilometer, cukup untuk menyerang Israel atau pangkalan AS di Teluk Arab.
Namun, seperti dilansir AFP, Sabtu (4/2/2017), Garda Revolusioner menyatakan rudal yang akan diluncurkan pada latihan militer Sabtu (4/2) ini hanyalah rudal jarak pendek, yang memiliki jangkauan 75 kilometer.
Baca juga: Iran Umumkan Aksi Balasan untuk Sanksi Baru AS
Dalam pernyataan di situs resminya, Garda Revolusioner menyebut latihan militer di Provinsi Semnan ini bertujuan untuk memamerkan kekuatan militer Iran dan juga 'menghina' sanksi AS. "Menunjukkan kesiapan (Iran) menghadapi ancaman dan meremehkan sanksi (AS)," sebutnya.
"Sistem rudal dan radar hasil produksi domestik dengan berbagai tipe, pusat komando dan kendali, dan sistem perang dunia maya akan digunakan dalam latihan ini," imbuh pernyataan itu.
Sanksi AS menargetkan 13 individu dan 12 perusahaan yang terkait program rudal Iran serta mendukung aktivitas Garda Revolusioner. Iran sebelumnya mengumumkan aksi balasan untuk sanksi AS itu, dengan memberlakukan 'batasan hukum' untuk warga AS yang disebutnya terlibat pembentukan dan mendukung kelompok teroris ekstrem di Timur Tengah.
Baca juga: Menhan AS: Iran Negara Sponsor Terorisme Terbesar di Dunia
(nvc/fdn)










































