Dijatuhi Sanksi AS, Iran Luncurkan Rudal dalam Latihan Militer

Dijatuhi Sanksi AS, Iran Luncurkan Rudal dalam Latihan Militer

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 04 Feb 2017 16:46 WIB
Dijatuhi Sanksi AS, Iran Luncurkan Rudal dalam Latihan Militer
Dokumentasi tempat penyimpanan rudal Iran (REUTERS/sepahnews.com/Handout via Reuters)
Teheran - Usai dijatuhi sanksi baru, Iran justru akan meluncurkan rudal saat latihan militer Garda Revolusioner. Hal ini dipandang sebagai bentuk perlawanan Iran terhadap sanksi pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu.

Hubungan antara Iran dengan AS langsung memburuk sejak Trump resmi menjabat Presiden AS pada 20 Januari lalu. Trump menjanjikan posisi keras terhadap Iran yang disebutnya mengancam kepentingan dan sekutu AS.

Baca juga: Pemerintahan Trump Jatuhkan Sanksi Baru untuk Iran

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sanksi yang dijatuhkan pekan ini oleh AS, merupakan yang pertama dalam era Presiden Trump. Sanksi itu menargetkan jaringan pengadaan senjata Iran yang ada di Libanon dan China. Sanksi itu merespons uji coba rudal balistik yang digelar Iran pada Minggu (29/1) waktu setempat.

Rudal yang diluncurkan Iran pada uji coba itu memiliki jangkauan medium atau bisa mencapai 2.200 kilometer, cukup untuk menyerang Israel atau pangkalan AS di Teluk Arab.

Namun, seperti dilansir AFP, Sabtu (4/2/2017), Garda Revolusioner menyatakan rudal yang akan diluncurkan pada latihan militer Sabtu (4/2) ini hanyalah rudal jarak pendek, yang memiliki jangkauan 75 kilometer.

Baca juga: Iran Umumkan Aksi Balasan untuk Sanksi Baru AS

Dalam pernyataan di situs resminya, Garda Revolusioner menyebut latihan militer di Provinsi Semnan ini bertujuan untuk memamerkan kekuatan militer Iran dan juga 'menghina' sanksi AS. "Menunjukkan kesiapan (Iran) menghadapi ancaman dan meremehkan sanksi (AS)," sebutnya.

"Sistem rudal dan radar hasil produksi domestik dengan berbagai tipe, pusat komando dan kendali, dan sistem perang dunia maya akan digunakan dalam latihan ini," imbuh pernyataan itu.

Sanksi AS menargetkan 13 individu dan 12 perusahaan yang terkait program rudal Iran serta mendukung aktivitas Garda Revolusioner. Iran sebelumnya mengumumkan aksi balasan untuk sanksi AS itu, dengan memberlakukan 'batasan hukum' untuk warga AS yang disebutnya terlibat pembentukan dan mendukung kelompok teroris ekstrem di Timur Tengah.

Baca juga: Menhan AS: Iran Negara Sponsor Terorisme Terbesar di Dunia

(nvc/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini