"Sejauh apapun pencapaian Iran, negara ini menjadi negara sponsor tunggal terorisme terbesar di dunia," tuding Mattis dalam konferensi pers di Tokyo, Jepang, seperti dilansir AFP, Sabtu (4/2/2017).
Baca juga: Pemerintahan Trump Jatuhkan Sanksi Baru untuk Iran
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak baik untuk mengabaikan ini. Tidak baik juga untuk meremehkannya dan pada saat yang sama, saya tidak melihat perlunya penambahan jumlah tentara yang kita kerahkan ke Timur Tengah untuk saat ini," imbuhnya.
"Kita selalu memiliki kemampuan untuk melakukan itu, tapi sekarang, saya pikir itu tidak diperlukan," ucap Mattis.
Baca juga: Iran Umumkan Aksi Balasan untuk Sanksi Baru AS
Pemerintahan Trump menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran, menanggapi uji coba rudal balistik pada Minggu (29/1) dan juga dukungan Iran bagi pemberontak Houthi di Yaman, yang menyerang kapal perang Arab Saudi yang menjadi sekutu AS.
Sanksi baru AS ini menargetkan 25 individu dan perusahaan yang terkait dengan program rudal balistik Iran, yang juga mendukung Pasukan Quds pada Garda Revolusioner Islamis Iran. Sanksi juga dijeratkan pada tiga jaringan perdagangan berbeda yang mendukung program rudal Iran.
Dalam pernyataannya, Iran membenarkan telah melakukan uji coba rudal balistik. Namun membantah uji coba itu telah melanggar kesepakatan nuklir tahun 2015 dan juga Resolusi Dewan Keamanan PBB. Iran juga menegaskan uji coba rudal itu bertujuan untuk pertahanan dan tak didesain untuk membawa hulu ledak nuklir. Rudal Iran memiliki jangkauan hingga 2 ribu kilometer dan mampu mencapai Israel serta pangkalan AS di Timur Tengah.
(nvc/try)











































