Raja Abdullah II mengingatkan bahwa pemindahan Kedutaan AS tersebut akan merusak prospek solusi dua negara Israel-Palestina, dan bisa memperburuk konflik Israel-Palestina.
Hal tersebut disampaikan Raja Abdullah dalam pertemuan dengan Trump di Washington pada Kamis, 2 Februari waktu setempat. Dalam pertemuan itu seperti dilansir media Press TV, Jumat (3/2/2017), Trump membahas rencananya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan memindahkan Kedutaan AS ke Yerusalem.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditekankan Momani, pemindahan misi diplomatik AS bisa merusak hubungan antara AS dan sekutu-sekutu regional, termasuk Yordania. Diimbuhkannya, pemerintah Yordania akan menggunakan semua cara politik dan diplomatik untuk mencegah pemindahan tersebut.
Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) juga telah mengingatkan pemerintah AS untuk tidak memindahkan misi diplomatiknya di Israel. Disebutkan PLO, semua Kedutaan AS di dunia Arab akan terpaksa ditutup karena menghadapi kemarahan dunia Arab yang akan terjadi akibat pemindahan Kedutaan AS tersebut.
Pada September 2016 lalu saat kampanye kepresidenannya, Trump berjanji pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa dirinya akan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, jika dirinya terpilih menjadi presiden AS. (ita/ita)











































