Dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Jumat (3/2/2017), Departemen Keuangan (Depkeu) AS menyatakan penyesuaian ini mengizinkan perusahaan-perusahaan AS untuk melakukan transaksi terbatas dengan FSB, yang diperlukan untuk mendapat izin mengimpor produk teknologi ke Rusia.
Kepada wartawan di Gedung Putih, Presiden Donald Trump langsung menanggapi pertanyaan wartawan tentang apakah dirinya meringankan sanksi untuk Rusia. "Saya tidak meringankan apapun," jawab Trump, yang beberapa kali pernah memuji Presiden Rusia Vladimir Putin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam conference call dengan wartawan AS, pejabat senior Depkeu AS menjelaskan bahwa penyesuaian ini merupakan 'perbaikan yang sangat teknis'. Menurutnya, penyesuaian ini untuk menanggapi 'keluhan langsung' dari perusahaan-perusahaan yang tidak bisa mengimpor produk teknologi tanpa izin dari FSB.
Ditambahkan pejabat senior AS ini, penyesuaian telah dirumuskan sejak beberapa minggu sebelum Trump menjabat pada 20 Januari lalu.
Selain fungsi intelijen, FSB juga mengatur aktivitas impor software dan hardware yang mengandung kriptografi (teknik kode rahasia). Setiap perusahaan membutuhkan izin FSB untuk mengimpor produk komersial seperti telepon genggam dan printer yang mengandung enkripsi (kode atau sandi).
Baca juga: Obama 'Serang' Rusia yang Dianggap Intervensi Pilpres AS
Menanggapi langkah ini, para pakar sanksi dan mantan pejabat era Presiden Obama menekankan penyesuaian ini belum mengindikasikan perubahan dalam kebijakan AS terhadap Rusia. Pakar sanksi dan mantan pejabat senior Departemen Luar Negeri AS, Peter Harrell, menyebut Depkeu AS kemungkinan tidak mempertimbangkan isu ini saat menjatuhkan sanksi pada Desember 2016 lalu.
"Saya pikir ketika mereka menjatuhkan sanksi pada FSB, mereka tidak berniat memperumit penjualan telepon genggam dan tablet," sebutnya.
AS menuding FSB dan satu lagi badan intelijen Rusia terlibat dalam peretasan dokumen Partai Demokrat semasa kampanye pilpres tahun lalu. Peretasan bertujuan mendiskreditkan capres Demokrat Hillary Clinton dan membantu Trump yang menjadi capres Partai Republik. AS meyakini, operasi peretasan itu disetujui oleh pejabat tinggi dalam jajaran pemerintahan Rusia.
Baca juga: Putin Ragu Trump Bertemu dan Menonton PSK di Moskow
Pada Desember 2016 lalu, Obama mengusir 35 diplomat Rusia yang diyakini juga menjadi agen intelijen di AS. Dua badan intelijen Rusia, empat pejabat intelijen Rusia dan tiga perusahaan yang mendukung operasi cyber Rusia di AS itu juga dijatuhi sanksi tegas. (nvc/ita)











































