Diingatkan Trump Soal Uji Coba Rudal Balistik, Ini Respons Iran

Diingatkan Trump Soal Uji Coba Rudal Balistik, Ini Respons Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 03 Feb 2017 09:49 WIB
Diingatkan Trump Soal Uji Coba Rudal Balistik, Ini Respons Iran
Donald Trump di Ruang Oval Gedung Putih (REUTERS/Jonathan Ernst)
Teheran - Otoritas Iran menolak peringatan dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait uji coba rudal terbaru. Iran menyebut peringatan itu tak berdasar dan provokatif.

"Klaim yang disampaikan oleh Penasihat Keamanan Nasional untuk Presiden AS Donald Trump tidak berdasar, repetitif dan provokatif," sebut juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Ghasemi, seperti dikutip kantor berita IRNA dan dilansir AFP, Jumat (3/2/2017).

Pada Rabu (1/2), penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Michael Flynn, mengkritik Iran yang disebutnya tak berterima kasih kepada AS atas tercapainya kesepakatan nuklir yang juga berujung pada pencabutan sanksi. Pernyataan itu terkait uji coba rudal yang dilakukan Iran pada Minggu (29/1).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Gedung Putih Beri Peringatan pada Iran Usai Uji Coba Rudal

Flynn juga menyatakan bahwa AS resmi memberikan peringatan untuk Iran, terkait uji coba rudal itu. Pernyataan serupa disampaikan Trump via Twitter, pada Kamis (2/2) waktu setempat. "Iran telah secara resmi DIBERI PERINGATAN karena menembakkan rudal balistik. Seharusnya mereka bersyukur atas kesepakatan buruk yang dibuat AS dengan mereka!" kicau Trump via akun Twitter pribadinya @realDonaldTrump.

Pernyataan Trump itu merujuk pada kesepakatan nuklir antara Iran dengan negara-negara besar dunia yang diterapkan sejak Januari 2016. Kesepakatan itu berujung pencabutan sanksi internasional untuk Irak sebagai balasan atas pembatasan program nuklir Iran.

Lebih lanjut, Ghasemi menyebut peringatan AS ini diberikan saat Iran tengah terlibat dalam upaya memerangi kelompok teroris di Timur Tengah. "Sungguh disesalkan bahwa pemerintahan AS, bukannya mengapresiasi Iran atas upaya berkelanjutan memerangi terorisme, malah membantu kelompok teroris dengan mengulang-ulang klaim tak berdasar dan mengadopsi langkah yang tidak bijaksana," tudingnya.

Baca juga: Iran Ingatkan AS Tidak Bikin Ketegangan Baru Terkait Rudalnya

Ghasemi juga mengkritik kebijakan imigrasi Trump yang kontroversial, dengan melarang warga dari tujuh negara mayoritas muslim, termasuk Iran, untuk masuk ke AS.

Iran telah mengkonfirmasi adanya uji coba rudal balistik, namun menyangkal uji coba itu melanggar kesepakatan nuklir maupun resolusi PBB. Iran menegaskan, uji coba itu bertujuan untuk pertahanan dan tidak didesain untuk membawa hulu ledak nuklir.

Menyusul peringatan untuk Iran, berbagai media AS melaporkan bahwa pemerintahan Trump kemungkinan akan menjatuhkan sanksi baru. CNN melaporkan, kemungkinan besar sanksi baru itu akan dijatuhkan kepada individu atau entitas yang terkait dengan program rudal Iran.

Saat ditanya oleh wartawan tentang apakah aksi militer dimungkinkan untuk dilakukan terhadap Iran, Trump menjawab: "Belum ada yang dikesampingkan."

(nvc/ita)


Berita Terkait