Dilansir AFP, Jumat (3/2/2017), Netanyahu akan bertolak ke Inggris pada Minggu (5/2) dan akan bertemu May keesokan harinya. Netanyahu akan langsung pulang ke Israel di hari yang sama usai bertemu May.
"Saya akan berbicara dengan dia (May) realitas yang berubah di wilayah kita dan kebutuhan untuk menerapkan pendekatan baru, dan menceritakan ancaman besar di wilayah kami," kata Netanyahu dalam sebuah pidato di depan warga Tepi Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akan berbicara tentang berbagai masalah keamanan, dan (isu) internasional, termasuk proses perdamaian Timur Tengah," ujar juru bicara tersebut.
Sebelumnya, Otoritas Israel mengumumkan telah menyetujui pembangunan 2.500 rumah di Tepi Barat, usai Presiden AS Donald Trump dilantik. Liga Arab menyebut pemerintahan Netanyahu merasa 'diperkuat' dengan perkembangan situasi internasional terkini. Yang dimaksud perkembangan adanya dukungan kuat Trump untuk Israel.
PBB mengecam keras langkah Israel itu dengan menyebutnya sebagai langkah sepihak yang menghalangi upaya perdamaian Israel-Palestina. "Untuk Sekretaris Jenderal, tidak ada rencana B selain solusi dua negara," tegas Stephane Dujarric yang merupakan juru bicara Sekjen PBB Antonio Guterres. (rna/rna)











































