Seperti dilansir Reuters, Kamis (2/2/2017), dalam voting yang digelar Rabu (1/2) waktu setempat, sebanyak 56 Senator AS mendukung Tillerson dan 43 Senator AS menolaknya. Seluruh Senator dari Partai Republik mendukung Tillerson menjadi Menlu AS. Ditambah empat anggota kaukus Partai Demokrat, yakni Senator Heidi Heitkamp, Senator Joe Manchin, Senator Mark Warner dan Senator Angus King yang independen.
Dari total 100 Senator AS, hanya Senator Partai Demokrat Chris Coons yang tidak ikut memilih dalam voting.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rex Tillerson saat dilantik di Gedung Putih Foto: REUTERS/Carlos Barria |
Para Senator dari Partai Demokrat berusaha untuk menunda voting penetapan Tillerson karena kebijakan imigrasi Trump yang kontroversial dan menuai kritik, namun gagal. Senator Demokrat beralasan ingin menanyai Tillerson soal kebijakan yang menuai protes dan kekacauan di bandara-bandara AS itu.
Namun bagaimanapun juga, Senator Partai Republik memegang dominasi dengan 52 kursi dari total 100 kursi Senat. Sejauh ini, enam pejabat tinggi anggota kabinet Trump telah disetujui Senat AS.
Tillerson (64) pensiun dari jabatannya sebagai Direktur dan CEO Exxon Mobil pada akhir tahun 2016 lalu, setelah empat dekade berkarier di sana.
Beberapa Senator AS khawatir akan hubungan khusus Tillerson dengan Rusia, karena dia pernah bekerja untuk perusahaan minyak di Rusia selama beberapa tahun. Namun Senator Partai Republik dan pendukung Tillerson menganggapnya sebagai pemimpin yang kuat untuk menjadi diplomat tertinggi AS, merujuk pada pengalamannya mengelola korporasi raksasa di enam benua berbeda.
Usai ditetapkan Senat AS, Tillerson dilantik oleh Wakil Presiden Mike Pence di Ruang Oval Gedung PUtih pada Rabu (1/2) waktu setempat. Trump juga hadir dalam pelantikan itu. Tillerson melengkapi 'tim keamanan nasional' dalam kabinet Trump yang semuanya diisi Republikan. (nvc/jor)












































Rex Tillerson saat dilantik di Gedung Putih Foto: REUTERS/Carlos Barria