Pelaku Penembakan di Masjid Kanada Dikenal Aneh dan Terasing

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 31 Jan 2017 09:47 WIB
Alexandre Bissonnette (Facebook/Handout via REUTERS)
Ottawa - Pelaku yang menewaskan enam orang di masjid Quebec City, Kanada merupakan seorang mahasiswa keturunan Prancis. Mantan teman sekelas menyebut pelaku sebagai sosok yang aneh dan terasing.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (31/1/2017), Alexandre Bissonnette (27) menjadi satu-satunya tersangka dalam penembakan brutal pada Minggu (29/1) malam waktu setempat. Dia dijerat enam dakwaan pembunuhan dan lima dakwaan percobaan pembunuhan dengan senjata terlarang.

Kepolisian Kanada menyatakan, Bissonnette bertindak seorang diri dalam penembakan keji itu. Dia telah mulai disidang pada Senin (30/1) waktu setempat dan akan kembali disidang pada 21 Februari mendatang.

Baca juga: Polisi Tetapkan Seorang Tersangka Penembakan di Masjid Kanada

Sosok Bissonnette tergolong asing bagi kepolisian setempat. Namun postingan Facebook kelompok 'Welcome to Refugees - Quebec City' menyebut Bissonnette sebagai sosok yang banyak dikenal para aktivis di Quebec City. Dia dikenal sebagai pendukung politikus sayap kanan Prancis, Marine Le Pen dan dikenal anti-feminis di Laval University, tempatnya kuliah.

Profil Bissonnette dalam media sosial menunjukkan kegemarannya yang cukup beragam. Halaman Facebook Bissonnette menunjukkan dia menyukai Le Pen, Presiden AS Donald Trump, tokoh separatis Parti Quebecois, kemudian partai sayap kiri Partai Demokratik Baru, juga Angkatan Bersenjata Israel, band heavy metal Megadeth serta bintang pop Katy Perry.

"Saya tidak menganggapnya sebagai seseorang dengan xenofobia. Saya bahkan tidak berpikir dia seorang rasis, tapi dia terpikat dengan pergerakan nasionalis rasis," sebut Vincent Boissoneault yang pernah satu kampus dengan Bissonnette di Laval University, kepada surat kabar Globe and Mail.



Baca juga: 'Serangan Teroris' di Masjid Kanada, Korban Tewas Jadi 6 Orang

Boissoneault menyebut, dirinya dan Bissonnette kerap beradu argumen soal pengungsi dan dukungan Bissonnette untuk Le Pen dan Trump. Secara terpisah, Laval University membenarkan bahwa Bissonnette merupakan mahasiswa juru ilmu sosial di kampusnya.

Sedangkan seorang mantan teman sekelas saat sekolah menengah, Simon de Billy, menyebut Bissonnette sebagai siswa berotak encer namun aneh dan terasing. "Dia gemar membaca, banyak tahu soal sejarah dan isu-isu terkini, isu politik, topik semacam itu. Dia hanya sedikit penyendiri, selalu bersama saudara kembarnya, tidak punya teman," sebutnya.

Tidak diketahui pasti motif Bissonette menembaki jemaah yang sedang salat di masjid Quebec City Islamic Cultural Center. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyebut penembakan ini sebagai 'serangan teroris'.

Baca juga: Presiden Prancis Kecam Keras Penembakan di Masjid Kanada

Selain Bissonette, ada satu pria lagi yang ditangkap kepolisian Kanada. Kini, pria yang tidak disebut identitas dan kewarganegaraannya itu disebut berstatus saksi. Tidak diketahui secara jelas apakah pria itu masih ditahan atau sudah dilepaskan.

(nvc/ita)