"Biar saya pastikan bahwa mereka yang mungkin telantar di Kanada, saya akan menggunakan wewenang saya sebagai menteri untuk memberikan izin tinggal sementara jika dibutuhkan, seperti yang pernah kami lakukan sebelumnya," kata Menteri Imigrasi Kanada, Ahmed Hussen, dalam konferensi pers, seperti dilansir AFP, Senin (30/1/2017).
Hussen tidak menyebut lebih lanjut ada berapa orang di Kanada, yang terkena dampak perintah eksekutif Trump ini. Presiden Trump pada Jumat (27/1) waktu setempat, menangguhkan sementara masuknya pengungsi ke AS untuk setidaknya 120 hari ke depan. Trump juga melarang warga dari 7 negara mayoritas muslim, seperti Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman, masuk ke AS untuk 90 hari depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hussen yang berasal dari Somalia ini, menyatakan pemerintahan Presiden Trump telah memastikan kepada otoritas Kanada bahwa setiap warga Kanada yang memegang kewarganegaraan ganda dengan 7 negara yang masuk larangan imigrasi itu, tidak akan terkena dampaknya.
Ditegaskan Hussen, setiap warga dari 7 negara yang dilarang masuk AS, namun memiliki izin tinggal tetap yang valid dari Kanada, masih bisa masuk ke wilayah AS. Namun di bawah perintah eksekutif Trump itu, larangan tetap berlaku bagi orang-orang dari 7 negara itu yang ingin masuk AS via Kanada.
Ditambahkan Hussen, ada lebih dari 35 ribu warga Kanada dengan kewarganegaraan ganda, juga memegang kewarganegaraan dari 7 negara yang dilarang masuk AS itu. Dia tidak mengecam kebijakan Trump, namun menekankan bahwa Kanada akan terus memberlakukan kebijakan imigrasi yang didasarkan pada belas kasih, namun tetap melindungi keamanan warga negaranya.
Baca juga: Begini Aksi Demonstrasi Besar Menolak Kebijakan Imigrasi Trump
Pada Sabtu (28/1) waktu setempat, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau justru menyambut para imigran ke Kanada. Pernyataan Trudeau ini sungguh kontras dengan perintah eksekutif Trump yang ditandatangani sehari sebelumnya.
"Bagi mereka yang melarikan diri dari penganiayaan, teror dan perang, Kanada akan menyambut Anda, terlepas dari apapun keyakinan yang Anda anut. Keberagaman menjadi kekuatan kami #WelcomeToCanada," kicau PM Trudeau via Twitter.
Data sensus otoritas Kanda dari tahun 2011 menunjukkan 1 dari 5 warga Kanada lahir di luar negeri. Antara November 2015 hingga awal Januari 2017, Kanada telah menampung lebih dari 39.670 pengungsi asal Suriah. (nvc/ita)











































