"Mereka telah melupakan bahwa Tembok Berlin runtuh beberapa tahun lalu. Bahkan jikapun ada tembok antara negara-negara, tembok itu harus dihilangkan," kata Rouhani seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (28/1/2017).
Hal tersebut disampaikan Rouhani dalam sebuah pertemuan konvensi pariwisata di Teheran. Ini disampaikannya setelah Trump menandatangani perintah eksekutif untuk melarang para pengunjung dari tujuh negara mayoritas muslim, termasuk Iran, masuk ke AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan lebih dari 1 juta warga Iran yang bermukim di AS, banyak keluarga sangat prihatin akan implikasi larangan visa yang ditetapkan Trump ini, yang juga berlaku untuk warga dari negara-negara Irak, Libya, Somalia, Sudan, Yaman dan Suriah.
Sesuai aturan baru yang diteken Trump pada Jumat (27/1) waktu setempat, selama empat bulan AS tidak akan menerima pengungsi atau pengunjung dari Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan dan Yaman. Sementara untuk pengungsi dari Suriah, sama sekali tidak diperbolehkan masuk hingga jangka waktu yang belum ditentukan.
Trump menyatakan, langkah ini diambil untuk mencegah masuknya "teroris Islam radikal" ke negara tersebut. Partai Demokrat langsung mengecam perintah Trump tersebut dan menyebut hal itu akan merusak reputasi AS sebagai tanah yang menyambut para imigran. Namun sejumlah politisi Partai Republik menyambut langkah Trump. Anggota DPR, Bob Goodlatte mengatakan, kelompok radikal ISIS telah mengancam akan menggunakan sistem imigrasi AS, sehingga penting adanya untuk melakukan pemeriksaan lebih ketat.
"Saya senang karena Presiden Trump menggunakan alat-alat yang diberikan padanya oleh Kongres dan kekuasaan yang diberikan oleh Konstitusi untuk membantu menjaga Amerika tetap aman dan memastikan kita tahu siapa yang masuk ke AS," tutur Goodlatte dalam sebuah statemen.
Ketua Partai Republik, Paul Ryan juga mendukung keputusan Trump.
"Kita adalah bangsa yang penuh kasih, dan saya mendukung program pemukiman pengungsi, namun ini waktunya untuk mengevaluasi ulang dan memperkuat proses pemeriksaan visa," kata Ryan. (ita/ita)










































