"Saya sedang melakukan langkah-langkah pemeriksaan baru untuk menahan para teroris Islam radikal menjauh dari AS. Saya tak menginginkan mereka di sini," ujar Trump seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (28/1/2017).
"Kami hanya ingin memasukkan mereka yang akan mendukung negara kita dan yang sangat mencintai rakyat kita," imbuh Trump.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump juga mengatakan, warga Suriah penganut Kristen akan mendapat prioritas jika menyangkut aplikasi status pengungsi. Namun para pakar hukum menuturkan, membedakan agama tertentu seperti ini sama halnya dengan pelanggaran Konstitusi AS.
Langkah Trump ini langsung menuai kecaman dari Partai Demokrat, kelompok-kelompok HAM dan kemanusiaan.
"Air mata mengalir ke pipi Patung Liberty malam ini karena tradisi hebat Amerika, menyambut para imigran yang telah ada sejak Amerika berdiri, telah diinjak-injak," cetus Senator Chuck Schumer dari Partai Demokrat.
"Menerima para imigran dan pengungsi bukan hanya soal kemanusiaan, namun juga telah meningkatkan perekonomian kita dan menciptakan lapangan kerja selama beberapa dekade. Ini salah satu perintah eksekutif paling mundur dan buruk yang telah dikeluarkan presiden," katanya. (ita/ita)











































