Sebar Kebencian, Penceramah Ternama Pakistan Dilarang Tampil

Sebar Kebencian, Penceramah Ternama Pakistan Dilarang Tampil

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 27 Jan 2017 16:26 WIB
Sebar Kebencian, Penceramah Ternama Pakistan Dilarang Tampil
Aamir Liaquat Hussain dalam foto tahun 2013 (REUTERS/Akhtar Soomro/File Photo)
Islamabad - Seorang pembawa acara televisi ternama di Pakistan dilarang tampil karena dianggap banyak menyampaikan ceramah kebencian. Dalam ceramahnya, pembawa acara ini melontarkan tudingan penghujatan agama yang membahayakan orang lain.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Jumat (27/1/2017), Aamir Liaquat Hussain yang juga disebut penceramah televisi ini menuding para aktivis liberal dan beberapa orang lainnya melakukan penghujatan agama, tindak pidana yang memiliki ancaman mati di Pakistan. Tudingan itu dilontarkan dalam sejumlah acara televisinya, yang pernah diklaimnya sebagai acara paling terdepan dan banyak ditonton di Pakistan.

Otoritas Regulasi Media Elektronik Pakistan (PEMRA) menilai, tudingan itu membahayakan nyawa orang-orang yang menjadi target tudingan. Orang yang dituding menghujat agama di Pakistan, bisa menjadi sasaran aksi kekerasan oleh kelompok sayap kanan yang juga mengaku kelompok religius.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sosok Hussain menjadi fokus dalam kampanye mendiskreditkan sejumlah aktivis liberal, yang menghilang misterius pada bulan ini. Orang-orang yang membela para aktivis itu juga ikut menghilang. Dalam dokumen PEMRA yang dikirim ke Bol TV yang menayangkan acara Hussain dan dilihat oleh Reuters, acara televisi yang dipandu Hussain dianggap melanggar aturan yang berlaku.

"Secara sengaja dan berulang kali memberikan pernyataan dan tudingan yang setara dengan pidato kebencian, pernyataan menghina, penghasutan kekerasan terhadap warga negara dan melontarkan tudingan antinegara dan anti-Islam," demikian bunyi dokumen itu.

PEMRA menghentikan acara televisi yang dipandu Hussain di Bol TV dengan segera dan melarang dia tampil di televisi tersebut. Hussain juga dilarang menyampaikan 'pidato kebencian' apapun atau menyebut siapapun sebagai kafir maupun pengkhianat di stasiun televisi lainnya. Keputusan itu diambil setelah PEMRA mengawasi Hussain selama berminggu-minggu dan menerima ratusan laporan publik soal ceramah kebencian Hussain.

Hussain tak menjawab panggilan telepon Reuters dan perwakilan Bol TV belum bersedia memberikan komentar. Selama ini, Hussain menyalahkan sejumlah tokoh ternama Pakistan atas tudingan agenda antinegara dan menuding mereka bersimpati, maupun terlibat langsung, dalam penghujatan terhadap Nabi Muhammad.

Tahun 2011, Gubernur Punjab Salman Taseer tewas dibunuh salah satu pengawalnya, setelah Hussain menyerukan reformasi undang-undang yang mengatur pidana penghujatan agama di Pakistan. Tahun 2008, tamu yang diundang dalam salah satu acara Hussain menyerukan agar warga penganut Ahmadiyah dibunuh. Setelah itu, dua tokoh Ahmadiyah terkenal di Pakistan tewas dibunuh, meskipun tidak ada bukti yang mengaitkan pembunuhan itu dengan acara televisi Hussain.

Tahun 2013, dalam acara Ramadan yang dipandunya, Hussain menuai kecaman karena 'memberikan' bayi secara cuma-cuma kepada pasangan yang tak memiliki anak. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads