Pemerintah Trump Pertimbangkan Ikhwanul Muslimin Organisasi Teroris

Pemerintah Trump Pertimbangkan Ikhwanul Muslimin Organisasi Teroris

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 27 Jan 2017 13:50 WIB
Pemerintah Trump Pertimbangkan Ikhwanul Muslimin Organisasi Teroris
Donald Trump (Foto: Getty Images)
Washington, - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah mempertimbangkan apakah AS harus menyatakan kelompok Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris dan menjatuhkan sanksi-sanksi AS pada kelompok tersebut.

Menurut pejabat-pejabat AS dan sumber yang dekat dengan tim transisi Trump, sebuah faksi yang dipimpin oleh Michael Flynn, Penasihat Keamanan Nasional Trump, ingin memasukkan Ikhwanul ke dalam daftar Departemen Luar Negeri dan Departemen Keuangan AS mengenai organisasi teroris asing.

"Saya tahu itu tengah dibahas. Saya mendukung hal itu," ujar seorang penasihat transisi Trump yang menolak disebutkan namanya mengingat sensitifnya masalah ini, seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (27/1/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut penasihat tersebut, meski tim Flynn tengah mempertimbangkan untuk memasukkan nama Ikhwanul ke daftar kelompok teroris, namun belum jelas kapan atau apakah pemerintah Trump benar-benar akan mengambil langkah tersebut.

Para penasihat Trump lainnya, serta banyak pejabat keamanan, diplomatik, penegakan hukum dan intelijen menganggap Ikhwanul telah berevolusi secara damai di sejumlah negara. Mereka khawatir, langkah AS menunjuk keseluruhan Ikhwanul sebagai kelompok teroris akan memperumit hubungan dengan Turki, sekutu penting AS dalam perang melawan kelompok radikal ISIS.

Sedangkan di Mesir, kelompok Ikhwanul Muslimin yang merupakan gerakan Islam tertua di negeri itu, telah dinyatakan sebagai organisasi teroris pada tahun 2013 silam.

Selain Mesir, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab juga telah menyatakan Ikhwanul sebagai organisasi teroris. Bahkan Rex Tillerson yang dicalonkan oleh Trump sebagai Menteri Luar Negeri AS, saat sidang konfirmasi pencalonannya di Senat menyebut Ikhwanul Muslimin sebagai "agen Islam radikal". (ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads