Berbicara di depan para diplomat, Netanyahu mengingatkan bahwa pejabat-pejabat Iran terus mendesak pemusnahan Yahudi.
"Bahaya terbesar yang kami hadapi, kebencian terhadap rakyat Yahudi dan negara Yahudi, berasal dari timur, dari Iran," ujar Netanyahu seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (27/1/2017).
Dikatakan Netanyahu, para pemimpin Iran kerap menyerukan untuk "memusnahkan semua warga Israel". Namun respons komunitas internasional hanyalah diam.
"Saya percaya itu akan berubah karena saya berbicara beberapa hari lalu dengan Presiden Trump dan dia bicara tentang agresi Iran, dia bicara tentang komitmen Iran untuk menghancurkan Israel, dia bicara tentang kesepakatan nuklir dan bahaya yang ditimbulkannya," cetus Netanyahu.
Trump diketahui menentang kesepakatan nuklir yang ditandatangani oleh Iran dan negara-negara besar di dunia, termasuk AS pada tahun 2015. Trump bahkan telah mengatakan bahwa dirinya ingin membatalkan kesepakatan nuklir tersebut.
Netanyahu juga menentang keras kesepakatan nuklir tersebut. Alasannya, kesepakatan tersebut tak akan mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir dan mencabut sanksi-sanksi internasional akan mendorong Iran mendanai para militan di Timur Tengah.
Namun sejumlah pejabat Israel dilaporkan telah mengatakan pada Netanyahu agar dirinya tidak mendesak Trump untuk membatalkan kesepakatan nuklir. Ini dikarenakan Iran sejauh ini mematuhi semua ketentuan dalam kesepakatan, dan mencabut kesepakatan bisa menimbulkan dampak yang tak terbayangkan. (ita/ita)











































