Israel Bersedia Tampung 100 Bocah Suriah Yatim Piatu

Israel Bersedia Tampung 100 Bocah Suriah Yatim Piatu

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 27 Jan 2017 09:42 WIB
Israel Bersedia Tampung 100 Bocah Suriah Yatim Piatu
Ilustrasi (AFP Photo/Karam Al-Masri)
Tel Aviv - Otoritas Israel akan menampung 100 anak yatim piatu asal Suriah, meskipun kedua negara secara resmi masih berperang. Langkah ini menjadi yang pertama sejak konflik pecah di Suriah, negara tetangga Israel.

Dituturkan juru bicara Kementerian Dalam Negeri Israel, seperti dilansir AFP, Jumat (27/1/2017), anak-anak itu akan diberi dokumen izin tinggal sementara untuk 4 tahun dan kemudian menerima kewarganegaraan penuh. Pernyataan otoritas Israel ini mengkonfirmasi laporan televisi setempat, Channel 10.

Laporan Channel 10 menyebut, otoritas Israel akan mengupayakan anak-anak yatim piatu dari Suriah itu diadopsi oleh keluarga Israel keturunan Arab. Di negara yang mayoritas penduduknya Yahudi, tercatat ada sekitar 17,5 persen populasi Israel yang keturunan Arab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat anak-anak itu ditampung di Israel, anggota keluarga mereka seperti saudara laki-laki maupun perempuan, juga bisa mengajukan status pengungsi ke otoritas Israel. Israel akan mengkoordinasikan kedatangan anak-anak yatim piatu itu dengan organisasi kemanusiaan internasional yang beroperasi di Suriah.

Kepala yayasan Israel Flying Aid, Gal Lusky, menyebut awalnya diharapkan ada 1.000 yatim piatu yang ditampung Israel, namun hanya dikabulkan 100 anak. Kesediaan Israel untuk menampung anak-anak Suriah ini merupakan hasil kerja sama yayasan amal dan otoritas Israel.

"Sangat penting untuk mengasuh mereka yang membutuhkan. Jika warga Kristen yang baik tidak melakukan hal yang sama bagi kami (Yahudi) saat Perang Dunia II, hanya ada sedikit dari kami di sini," tuturnya.

Lebih lanjut, Lusky meyakini, langkah ini menjadi yang pertama bagi Israel untuk menampung dan menawarkan suaka bagi warga negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Israel dan Suriah secara resmi masih dalam kondisi perang selama beberapa abad terakhir, meskipun perbatasan kedua negara cenderung tenang hingga konflik Suriah pecah tahun 2011. Lebih dari 310 ribu orang tewas dalam konflik berkepanjangan di Suriah.

Beberapa kali, serangan roket nyasar dari Suriah, masuk dan jatuh ke wilayah Israel. Militer Israel sendiri telah melancarkan sejumlah serangan udara di wilayah Damaskus dan sekitarnya. Beberapa serangan menargetkan militan Hizbullah asal Libanon, yang merupakan musuh Israel. (nvc/ita)


Berita Terkait