Seperti dilansir AFP, Kamis (26/1/2017), jalanan di Darzaab, Provinsi Jawzjan dilaporkan tertutup salju setebal 50 cm. Akibatnya, akses warga setempat ke fasilitas medis terdekat terputus total. Suhu udara di wilayah itu mencapai minus 10 derajat Celcius.
"Sungguh disayangkan, kami mendapati 27 anak-anak tewas karena salju lebat dan cuaca membekukan," terang Gubernur Jawzjan, Rahmatullah Hashar, kepada AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hashar hanya menyebut, dengan akses jalanan masih terputus, maka korban tewas diperkirakan bisa bertambah. Secara terpisah, juru bicara otoritas Provinsi Jawzjan, Reza Ghafoori menyatakan bantuan akan segera disalurkan melalui komisi urusan darurat.
Setiap musim dingin, hujan salju lebat yang diwarnai longsor kerap memakan korban jiwa di Afghanistan. Tahun 2015 lalu, salju longsor di berbagai wilayah Afghanistan merenggut sekitar 300 nyawa. Sebagian besar korban tewas berasal dari kawasan pegunungan Panjshir, sebelah utara ibu kota Kabul.
Tim penyelamat seringkali terkendala kurangnya peralatan dan perlengkapan saat akan bertugas dalam bencana semacam longsor dan banjir bandang. Salju yang meleleh saat musim semi terkadang memicu banjir bandang.
Infrastruktur yang buruk di kebanyakan wilayah pinggiran Afghanistan juga turut menghambat tim penyelamat dalam menjangkau area-area terpencil. (nvc/nwk)











































