Israel Akan Bangun 2.500 Rumah di Tepi Barat, Liga Arab Mengecam

Israel Akan Bangun 2.500 Rumah di Tepi Barat, Liga Arab Mengecam

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 25 Jan 2017 19:45 WIB
Israel Akan Bangun 2.500 Rumah di Tepi Barat, Liga Arab Mengecam
Ilustrasi (AFP Photo/Hazem Bader)
Tel Aviv - Otoritas Israel mengumumkan telah menyetujui pembangunan 2.500 rumah di Tepi Barat, usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilantik. Hal ini memicu kecaman dari Liga Arab yang menyebutnya sebagai upaya menghalangi perdamaian.

Dilaporkan organisasi pemantau permukiman Yahudi, Peace Now, seperti dilansir AFP, Rabu (25/1/2017), rencana pembangunan permukiman Yahudi yang baru itu disetujui oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Avigdor Liebermen.

Peace Now menyebut rencana pembangunan 2.500 rumah ini sebagai jumlah terbesar yang pernah disetujui oleh otoritas Israel, sejak tahun 2013. Permukiman Yahudi baik di Tepi Barat maupun Yerusalem Timur dipandang ilegal di bawah hukum internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengumuman ini mengkonfirmasi pendekatan pemerintahan Israel, yang penuh dengan cibiran dan perlawanan terhadap tekad komunitas internasional," sebut Ketua Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit, yang berbasis di Kairo, Mesir, dalam pernyataannya.

Baca juga: Trump Presiden AS, Israel Siap Bangun Permukiman di Yerusalem Timur

"(Israel) Menyebabkan seluruh upaya untuk mencapai solusi dua negara, gagal," imbuh pernyataan itu.

Liga Arab menyebut pemerintahan PM Netanyahu merasa 'diperkuat' dengan perkembangan situasi internasional terkini. Yang dimaksud perkembangan adanya dukungan kuat Trump untuk Israel.

Izin untuk 2.500 rumah di Tepi Barat ini diumumkan setelah pejabat Israel, pada Minggu (22/1), memberikan izin pembangunan 566 rumah di Yerusalem Timur. PM Netanyahu mengomentari izin pembangunan permukiman ini via Twitter. "Kita membangun dan kita akan terus membangun," ucapnya.

PBB mengecam keras langkah Israel itu dengan menyebutnya sebagai langkah sepihak yang menghalangi upaya perdamaian Israel-Palestina. "Untuk Sekretaris Jenderal, tidak ada rencana B selain solusi dua negara," tegas Stephane Dujarric yang merupakan juru bicara Sekjen PBB Antonio Guterres.

(nvc/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads