Polisi dan saksi-saksi mata mengatakan, suara tembakan terdengar begitu para militan menyerbu masuk ke Dayah Hotel tersebut. Ledakan kedua kemudian terjadi setelahnya.
"Setidaknya 13 orang, termasuk aparat dan warga sipil, tewas dalam dua ledakan di hotel. Belasan orang lainnya luka-luka," ujar seorang perwira polisi, Mayor Mohamed Ahmed seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (25/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok Al-Shabaab yang hingga 2011 menguasai Mogadishu dan sebagian besar wilayah Somalia, mengklaim serangan tersebut.
"Para mujahiddin bersenjata lengkap menyerang hotel tersebut, dan kini mereka bertempur di dalam hotel," demikian dilaporkan radio Somalia, Andalus yang terkait kelompok Al-Shabaab.
Perwira polisi lainnya, Kolonel Abdiqadir Hussein mengatakan, pasukan keamanan kemudian berhasil mengamankan gedung hotel.
"Kami telah menyelamatkan orang-orang dan menyelesaikan operasi di Dayah Hotel. Pasukan keamanan kini berada di dalam hotel dan kami akan memberikan keterangan lebih detail mengenai korban nanti," tuturnya.
Kelompok Al-Shabaab kerap melancarkan serangan bom dan penembakan di Mogadishu. Kelompok ini berkeinginan menggulingkan pemerintahan Somalia yang didukung negara-negara Barat dan menerapkan hukum syariah Islam di negeri itu. (ita/ita)











































