Dilansir Reuters, sikap protes ini muncul antara lain karena rencana Trump yang mengharuskan perusahaan asuransi kesehatan untuk mengendalikan kelahiran. Mereka menyampaikan protes kepada Trump karena pernyataan yang melecehkan wanita.
Selain itu, mereka juga protes soal komentar Trump yang menyatakan bahwa imigran Meksiko sebagai perampas. Massa juga menyoroti isu pelarangan umat Islam untuk memasuki Amerika Serikat.
Foto: Lucy Nicholson/Reuters |
Jesse Carlock (68), seorang psikolog dari Dayton, Ohio menghadiri protes pertama dalam beberapa dekade. Ia mengatakan tidak pernah demonstrasi sejak bertahun-tahun, namun hal ini dilakukannya setelah Trump terpilih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Michele Phillips (45), warga negara Kanada dari New York State yang telah mengambil kewarganegaraan AS pada tahun 2013, datang untuk membuat sikap. Dia memprotes sikap Trump yang disebutnya berisi kebencian dan kefanatikan.
"Saya tahu bahwa kami bisa lebih baik, kita harus berjuang untuk perubahan yang ingin kita lihat," katanya kepada AFP.
Kereta Bawah Tanah Kewalahan
Washington menjadi lokasi terbesar diadakannya aksi protes warga. Sejak pukul 11.00 waktu setempat, otoritas transportasi di Washington (WMATA) mencatat ada sebanyak 275.000 orang peserta aksi yang menjadi penumpang.
Foto: Lucy Nicholson/Reuters |
Menurut Wakil Wali Kota Washington, Kevin Donahue, penyelenggara trasportasi telah menaikkan estimasi penumpang dari 200.000 ke setengah juta penumpang. Hal ini untuk menampung demonstran yang terus mengisi jalan-jalan ibu kota.
Aksi protes besar ini juga terjadi di kota lainnya seperti di Boston, New York, Denver dan Chicago. Di Chicago sendiri dilaporkan sebanyak 150.000 orang memenuhi jalanan kota.
Aksi protes ini tak hanya terjadi di AS. Tapi di negara lainnya seperti Perancis, Inggris, Jerman, Australia dan Jepang. (jbr/idh)












































Foto: Lucy Nicholson/Reuters
Foto: Lucy Nicholson/Reuters