Lakukan Vandalisme, Demonstran Anti-Trump Ricuh dengan Polisi

Lakukan Vandalisme, Demonstran Anti-Trump Ricuh dengan Polisi

Aditya Mardiastuti - detikNews
Sabtu, 21 Jan 2017 00:04 WIB
Lakukan Vandalisme, Demonstran Anti-Trump Ricuh dengan Polisi
Foto: REUTERS/Adrees Latif
Washington DC - Demonstran berpakaian serba hitam memprotes pelantikan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Aksi mereka diwarnai ricuh dengan polisi yang kemudian merespon dengan penyemprot merica dan granat kejut.

Massa berpakaian serba hitam itu melempari sejumlah toko serta kaca mobil di Washington DC, AS. Dilansir dari Reuters, Jumat (20/1/2017), sekitar 500 orang yang menutupi wajah mereka menggunakan masker dan sapu tangan itu berbaris menuju pusat kota.

Demonstran anti-Trump ricuh dengan polisiDemonstran anti-Trump ricuh dengan polisi Foto: REUTERS/Adrees Latif


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka memecahkan kaca cabang Bank of America, outlet McDonald dan kios Starbucks serta seluruh simbol sistem kapitalis. Massa yang membawa sedikitnya satu tanda yang bertuliskan Make Racist Afraid Again' tersebut, juga merusak beberapa mobil dan meleparkan tong-tong sampah dan vending machine penjual koran ke jalan raya sebelum akhirnya dibubarkan oleh polisi.

Diperkirakan sekitar 900 ribu orang akan memenuhi National Mall yang berada di depan Gedung Capitol, tempat Trump akan disumpah, dan sepanjang rute parade dari Pennsylvania Avenue menuju Gedung Putih.

"Pesan yang ingin saya kirim adalah Trump tidak mewakili negara ini. Dia mewakili kepentingan korporasi," ujar Jessica Reznicek (35) yang ikut dalam aksi damai.

Tidak jauh dari Gedung Putih, demonstran bentrok dengan polisi. Mereka melemparkan kursi alumunium ke sebuah cafe. Seorang pengendara motor di jalanan kota yang datang untuk merayakan pelantikan Trump dipukul wajahnya ketika mencoba mengintervensi.

"Saya tahu, hukum dan aturan, dan semua itu. Kami membutuhkan lebih banyak aturan. Hal ini tidak benar," kata Bob Hrifko dengan luka berdarah di bawah matanya. Hrifko mengatakan dia adalah bagian dari 'Bikers for Trump', sebuah grup yang terlibat dalam reli pelantikan.

Sebelumnya aktivis liberal dari kelompok berbeda bernama Disrupt J20 memblokade beberapa pintu masuk lokasi pelantikan. Beberapa di antaranya berhasil diusir oleh polisi.



(ams/ear)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini