Seperti dilansir AFP, Jumat (20/1/2017), para demonstran mengejek dan meneriakkan umpatan kepada pendukung Trump dan para tamu yang hendak meninggalkan acara berjudul 'Deploraball' di Washington DC.
Para demonstran juga membakar poster yang mereka bawa, memicu situasi penuh asap di depan National Press Building, tempat digelarnya acara. Puluhan polisi yang berjaga di lokasi terpaksa menggunakan semprotan kimia untuk membubarkan demonstran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi juga berupaya mengawal para tamu yang mengenakan gaun mewah dan tuksedo, untuk meninggalkan lokasi karena pada demonstran mengejar mereka hingga ke jalanan.
Meskipun awalnya berjalan damai, unjuk rasa beranjak panas saat malam hari. Terlebih beberapa anggota pergerakan 'alt-right' atau sayap kanan yang dikenal rasis, dilaporkan turut hadir dalam acara itu.
"Mereka tidak peduli soal keberagaman, mereka tidak peduli soal orang-orang yang berbeda dengan mereka, mereka tidak peduli pada homoseksual, mereka tidak peduli pada wanita, itu paling penting bagi saya sebagai seorang wanita," ucap salah satu demonstran, Alex Christopher, kepada AFP.
Baca juga: Donald Trump Menyusun Sendiri Pidato Pelantikannya
Trump akan dilantik di Gedung Capitol, Washington DC, pada Jumat (20/1) siang waktu AS. Sekitar 800 ribu orang diperkirakan menghadiri langsung pelantikan Trump itu. Namun tidak hanya pendukung, para demonstran anti-Trump juga akan mewarnai upacara pelantikan itu.
(nvc/fdn)











































