Obama Ingatkan Trump Dampak Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem

Obama Ingatkan Trump Dampak Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 19 Jan 2017 11:18 WIB
Obama Ingatkan Trump Dampak Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem
Barack Obama dalam konferensi pers terakhir di Gedung Putih (REUTERS/Joshua Roberts)
Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memperingatkan bahwa wacana memindahkan Kedutaan Besar (Kedubes) AS dari Tel Aviv ke Yerusalem akan berdampak eksplosif. Obama juga khawatir prospek solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina semakin menyusut.

Trump yang akan dilantik 20 Januari besok, berjanji akan merelokasi kantor Kedubes AS untuk Israel yang berada di Tel Aviv, ke Yerusalem. Hal ini mendobrak kebijakan AS sejak lama dan berpotensi memicu kecaman internasional, karena Israel maupun Palestina sama-sama mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota mereka.

"Ketika langkah sepihak dilakukan tiba-tiba, hingga menyinggung isu-isu inti dan sensitif bagi kedua pihak, itu bisa eksplosif," ucap Obama dalam konferensi pers terakhir di Gedung Putih, seperti dilansir Reuters, Kamis (19/1/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Soal Trump, Obama Yakinkan Warga AS: Kita Akan Baik-baik Saja

Obama menyatakan, pemerintahannya telah memperingatkan pemerintahan Trump bahwa perubahan besar dalam kebijakan luar negeri akan memiliki konsekuensi besar.

"Itu menjadi bagian dari hal yang telah kami isyaratkan pada tim yang akan datang dalam proses transisi, yakni agar memberi perhatian pada hal ini karena ini -- ini adalah hal yang mudah berubah," sebut Obama, saat ditanya soal potensi pemindahan kantor Kedubes AS di Israel.

"Saya pikir status quo itu berkelanjutan, hal itu berbahaya bagi Israel, juga buruk bagi Palestina, buruk bagi kawasan dan buruk bagi keamanan nasional Amerika," tegasnya.

Baca juga: Pesan Korut ke Obama: Fokus Berkemas, Tak Usah Urusi HAM

Obama berulang kali menyatakan bahwa aktivitas pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem menjadi penghalang dalam mencapai solusi dua negara Palestina-Israel. AS meyakini solusi dua negara sebagai solusi terbaik bagi konflik Israel-Palestina yang sudah berlangsung beberapa dekade.

Soal resolusi PBB yang baru tentang larangan pembangunan permukiman Israel, Obama menyebut pemerintahannya tidak memveto resolusi itu karena merasa solusi dua negara sebagai satu-satunya pilihan untuk perdamaian.

"Tujuan dari resolusi itu menyatakan bahwa ... pertumbuhan permukiman (Yahudi) telah membuat kenyataan di lapangan yang justru menjadikan solusi dua negara semakin tidak mungkin terwujud. Penting bagi kami untuk memberikan sinyal, peringatan bahwa momen ini mungkin akan terlewat," tandasnya.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads