Di PBB, Presiden Xi Jinping Minta Senjata Nuklir Dilarang

Di PBB, Presiden Xi Jinping Minta Senjata Nuklir Dilarang

Ahmad Ziaul Fitrahudin - detikNews
Kamis, 19 Jan 2017 03:29 WIB
Di PBB, Presiden Xi Jinping Minta Senjata Nuklir Dilarang
Foto AFP: DENIS BALIBOUSE
Jenewa - Presiden China Xi Jinping berpidato di forum internasional Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Jenewa, Swiss. Dalam pidato, Presiden China Xi mengajak seluruh negara-negara di dunia berhenti menggunakan nuklir sebagai senjata perang.

Xi menyampaikan anti nuklir itu di depan Sekretaris Jenderal PBB baru Antonio Gutterez.

"Senjata nuklir harus benar-benar dilarang dan dihancurkan selamanya untuk membuat dunia bebas dari senjata nuklir," kata Xi, seperti yang dilansir AFP, Kamis (19/1/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam forum internasional itu, Xi juga menyampaikan soal kesetaraan negara-negara di dunia. Menurutnya, negara besar seharusnya melindungi negara-negara yang masih berkembang.

"Kami menolak dominasi dunia oleh satu atau beberapa negara. Negara-negara besar harus menghormati kepentingan inti masing-masing," ucap Xi.

"Negara-negara besar harus memperlakukan negara-negara yang lebih kecil dengan setara, bukan bertindak sebagai hegemon memaksakan kehendak mereka," lanjut Xi.

Sebelumnya, komitmen Xi Jinping untuk tidak menggunakan nuklir sebagai senjata terlihat saat menyepakati penerapan sanksi terhadap Korea Utara bersama Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Keduanya berkomitmen memperkuat koordinasi dalam menangani ancaman atas senjata nuklir dan sistem balistik Korut.

"Kedua pemimpin berkomitmen untuk memperkuat koordinasi untuk mengatasi ancaman yang ditunjukkan Korea Utara dalam bentuk senjata nuklir dan sistem misil balistik," demikian pernyataan Gedung Putih seperti dilansir AFP, Sabtu (2/4/2016).

"Kedua pemimpin menegaskan kembali komitmennya untuk mencapai denuklirisasi Semenanjung Korea dan implementasi penuh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2270," lanjutnya. (azf/nkn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads