Juru bicara kepolisian Israel, Merav Lapidot mengatakan, pengendara mobil merupakan seorang guru setempat yang "melaju kencang mneuju pasukan dan bermaksud membunuh".
Namun aktivis HAM, Michal Haramati menyampaikan keterangan berbeda mengenai insiden yang terjadi di desa Umm al-Hiran, saat tengah berlangsung operasi menghancurkan tempat tinggal suku Bedouin, yang oleh pengadilan dianggap dibangun secara ilegal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiba-tiba mobil itu mulai menuruni bukit, tanpa terkendali, sama sekali," ujar Haramati kepada media Reuters, Rabu (18/1/2017). "Pengendara jelas sudah meninggal saat dia kehilangan kendali. Saat itulah dia menabrak polisi-polisi," imbuh wanita yang datang ke Umm al-Hiran untuk menyaksikan penghancuran tempat tinggal suku Bedouin.
Sebelumnya pada 8 Januari lalu, seorang warga Palestina menabrakkan truknya ke arah tentara-tentara Israel di Yerusalem. Empat warga Israel tewas dalam insiden itu. (ita/ita)











































