Sunil Rastogi (38) yang telah menikah dan memiliki lima anak ini, ditangkap polisi India pada Sabtu (14/1) lalu. Penangkapan ini terkait kasus kekerasan seksual terhadap tiga anak perempuan berusia 9-10 tahun di New Delhi, yang tengah diselidiki kepolisian setempat.
"Pelaku kriminal ini, Sunil Rastogi, berasal dari Rudrapur di Uttar Pradesh, dan berprofesi sebagai penjahit," tutur Wakil Komisioner Kepolisian Delhi Timur, Omvir Singh Bishoi, dalam konferensi pers seperti dilansir Reuters, Selasa (17/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat interogasi, dia (Rastogi-red) memberitahu kami bahwa setidaknya seminggu sekali dia akan datang dari Rudrapur (ke New Delhi) dan untuk memuaskan nafsu paedofil-nya, dia akan menargetkan anak-anak perempuan berusia 7-10 tahun," imbuhnya.
Dijelaskan kepolisian, Rastogi dijerat dakwaan pemerkosaan, kekerasan seksual dengan penetrasi terhadap anak, dan intimidasi kriminal, untuk tiga kasus berbeda. Rastogi juga tengah diselidiki atas beberapa kasus paedofil lainnya.
Kepada polisi, Rastogi mengaku telah melakukan perbuatan bejat ini sejak tahun 2004. Namun dia mengaku tidak ingat jumlah korbannya dan hanya menyebut, mungkin ada 'ratusan' anak. "Saya biasanya membawa mereka (korban) ke area yang terpencil," sebutnya.
"Saya tidak tahu mengapa saya melakukannya. Saya menyukainya," imbuh Rastogi. Dalam konferensi pers yang digelar Minggu (15/1) waktu setempat, Rastogi yang mengenakan penutup wajah ini, dipamerkan polisi kepada wartawan setempat.
Baca juga: Kapal Terbalik Saat Festival di India, 19 Orang Tewas
Kepolisian setempat mulai menyelidiki Rastogi pada Desember tahun lalu, setelah menerima laporan dari seorang anak perempuan berusia 10 tahun yang berhasil kabur dari percobaan pemerkosaan di wilayah Ashok Nagar, New Delhi. Dua laporan serupa muncul pada 10 Januari dari dua anak perempuan lainnya.
Polisi kemudian memeriksa rekaman CCTV di dekat lokasi kejadian dan menggunakan sketsa serta foto untuk mengidentifikasi pelaku. Hingga akhirnya Rastogi berhasil ditangkap dan saat ini berada dalam penahanan pengadilan setempat untuk dua pekan ke depan.
(nvc/ita)











































