"Teroris tersebut mengakui kejahatannya," ujar Gubernur Istanbul, Vasip Sahin kepada para wartawan dalam konferensi pers seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (17/1/2017).
Dikatakan Sahin, sidik jari pria bernama Abdulgadir Masharipov itu cocok dengan sidik jari pelaku penembakan. Tersangka ditangkap dalam penggerebekan di sebuah apartemen di Istanbul pada Selasa dini hari waktu setempat. Penangkapan ini mengakhiri operasi pengejaran besar-besaran yang telah berlangsung berminggu-minggu.
"Dia berlatih di Afghanistan dan bisa berbicara empat bahasa. Dia teroris yang sangat terlatih," imbuh gubernur Istanbul tersebut.
Masharipov ditemukan di sebuah apartemen di distrik Esenyurt, Istanbul. Selama penggerebekan di apartemen tersebut, polisi juga menyita uang senilai US$ 197 ribu dan dua senjata api.
Sahin menyatakan, operasi penangkapan tersangka tersebut telah melibatkan sekitar 2 ribu polisi. Dikatakan gubernur Istanbul itu, ada indikasi kuat bahwa Masharipov masuk ke Turki secara ilegal lewat perbatasan timur negeri itu pada Januari 2016. Menurut Sahin, jelas bahwa serangan itu dilakukan kelompok radikal ISIS.
Media-media lokal memberitakan, sebelum penangkapan Masharipov, setidaknya 35 orang telah ditahan dalam penyelidikan terkait penembakan tersebut. Adapun dari 39 korban jiwa dalam penembakan tersebut, 27 orang di antaranya adalah warga asing, termasuk warga dari Arab Saudi, Libanon, Israel dan Maroko.
(ita/ita)











































