Kementerian Dalam Negeri Mesir menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (17/1/2017), dua orang di antara para penyerang tewas ketika polisi balas menembak. Tiga polisi lainnya luka-luka dalam insiden penembakan yang terjadi pada Senin (16/1) malam waktu setempat.
Serangan bersenjata itu terjadi di pos pemeriksaan al-Naqab, sekitar 80 kilometer dari kota el-Kharga, ibukota provinsi el-Wadi el-Gedid.
Para militan telah menewaskan ratusan tentara dan polisi Mesir sejak tergulingnya presiden Mohamed Morsi pada tahun 2013. Lengsernya Morsi diikuti dengan operasi mematikan terhadap para pendukung Morsi oleh rezim baru Mesir.
Kebanyakan serangan militan itu terjadi di wilayah utara Semenanjung Sinai, yang berbatasan dengan Israel dan Jalur Gaza Palestina. Namun serangan-serangan juga terjadi di wilayah-wilayah Mesir lainnya, termasuk di ibukota Kairo.
Sebelumnya pada 10 Januari lalu, kelompok radikal ISIS mengklaim serangan bom mobil di pos pemeriksaan kepolisian di Sinai, yang menewaskan delapan orang pada 9 Januari lalu. ISIS juga telah mengklaim mendalangi serangan bom bunuh diri di gereja Kristen Koptik di Kairo pada 11 Desember 2016 lalu. Serangan itu menewaskan 28 orang. (ita/ita)











































