Penculikan itu terjadi di provinsi Nangarhar, Afghanistan timur pada Minggu, 15 Januari waktu setempat.
Departemen Pendidikan di Jalalabad, ibukota provinsi Nangarhar menyatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (16/1/2017), para guru tersebut diculik sekelompok militan ISIS yang masuk ke sebuah sekolah agama di distrik Haska Mina. Saat kejadian, di sekolah tersebut tengah berlangsung ujian siswa.
"Kami sedih atas berita ini dan meminta departemen keamanan, para sesepuh setempat dan tokoh-tokoh terkemuka di wilayah agar membantu kami membebaskan para guru kami," demikian statemen Departemen Pendidikan di Jalalabad.
Sulit untuk memastikan secara independen bahwa para penculik merupakan anggota ISIS. Sejauh ini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas penculikan para guru tersebut.
Penculikan untuk meminta uang tebusan maupun demi kepentingan politik, merupakan masalah besar di Afghanistan. Kebanyakan korban penculikan adalah warga Afghanistan, namun sejumlah warga asing juga telah menjadi target penculikan. (ita/ita)











































