Seperti dilansir AFP, Kamis (12/1/2017), pelaku penembakan merupakan tentara anggota Pasukan Keamanan Industri Pusat (CISF) yang merupakan unit keamanan elite di India. Tentara ini melepas tembakan membabi-buta ke arah tentara lainnya di barak distrik Aurangabad, Bihar, India bagian timur.
Usai menembaki dengan brutal, tentara yang tidak disebut namanya ini berusaha kabur. Namun tentara itu akhirnya dilumpuhkan oleh rekan tentaranya yang lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku menembakkan 32 peluru setelah dilumpuhkan oleh kolega-koleganya dan diduga menderita gangguan mental," imbuhnya.
Lebih lanjut, Prakash menyebut, penembakan ini dipicu pertikaian soal cuti. Namun tidak dijelaskan lebih lanjut soal pertikaian itu. Insiden ini masih diselidiki lebih lanjut oleh otoritas setempat. Seluruh korban tewas dalam keadaan tidak membawa senjata dan sedang tidak bertugas, saat serangan terjadi.
Personel CISF merupakan pasukan yang paling vital bagi institusi sipil dan pemerintahan, termasuk bandara, pembangkit listrik tenaga nuklir dan gedung-gedung pemerintah.
Militer India memiliki sejarah panjang atas insiden bunuh diri dan pembunuhan yang dipicu kondisi kerja yang buruk serta kurangnya waktu istirahat. Tahun 2014 lalu, seorang tentara India menembak mati lima rekannya lalu bunuh diri, gara-gara ditolak saat mengajukan cuti.
(nvc/tor)











































