Awal bulan ini, pemimpin Korut Kim Jong Un menyatakan negaranya yang memiliki kemampuan nuklir, semakin dekat dengan jadwal uji coba peluncuran rudal balistik antar benua (ICBM). Korut juga mengklaim rudal balistik itu mampu mencapai wilayah AS.
Dituturkan pejabat pertahanan AS yang enggan disebut namanya, seperti dilansir Reuters, Kamis (12/1/2017), radar canggih bernama Sea-based X-band (SBX) ini telah bergerak meninggalkan pangkalannya di Hawaii sejak Senin (9/1) waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diperkirakan radar ini akan tiba di lokasi tujuan, tepatnya perairan sekitar 3.218 kilometer sebelah barat laut Hawaii pada akhir Januari nanti. Langkah ini menjadi respons militer pertama AS, setelah Korut mengklaim mampu meluncurkan rudal balistik antar benua.
Radar ini memiliki kemampuan melacak rudal jarak jauh, juga ICBM dan membedakan antara rudal mematikan dengan rudal yang bukan ancaman.
"Pengerahan SBX saat ini tidak didasarkan pada ancaman kredibel apapun, namun demikian, kami tidak bisa membahas misi khusus ini secara spesifik karena masih berlangsung," terang juru bicara Pentagon, Komandan Gary Ross.
Baca juga: Trump: Tak Akan Ada Rudal Nuklir Korut yang Mampu Jangkau AS
Pada Selasa (10/1) waktu setempat, Menteri Pertahanan AS Ash Carter menyatakan militer AS mungkin akan memonitor uji coba rudal balistik antar benua Korut. Carter juga menyebut AS lebih memilih mengumpulkan informasi intelijen, daripada menghancurkan rudal itu sepanjang tidak berbahaya.
"Jika rudal itu mengancam, maka akan dicegat. Jika tidak mengancam, kita tidak perlu melakukan demikian," ucap Carter.
"Karena itu mungkin lebih menguntungkan kita, pertama, menyimpan alat pencegat kita, dan kedua, mengumpulkan informasi intelijen dari peluncuran, daripada melakukan itu (mencegat ICBM) jika tidak mengancam," imbuhnya.
(nvc/ita)










































