Penembakan brutal itu terjadi di kota Arak pada Rabu (11/1) waktu setempat. Pelaku yang merupakan pria berumur 26 tahun itu, berhasil ditangkap tak lama kemudian.
Jaksa kota setempat menyatakan seperti dikutip kantor berita ISNA dan dilansir AFP, Kamis (12/1/2017), pelaku masuk ke dua rumah di Arak dan menembak delapan orang dengan senapan Kalashnikov. Akibat penembakan itu, lima orang di antara mereka tewas di tempat kejadian. Korban keenam meninggal setibanya di rumah sakit, sedangkan satu orang lagi saat ini dalam kondisi kritis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku kemudian pergi ke rumah kedua, yakni rumah korban yang diduga dibunuh pelaku tahun lalu. Di rumah itu, pelaku menembak mati ayah dan ibu korban pembunuhan tersebut.
"Tersangka yang akan pergi kabur ke Teheran telah ditangkap," demikian disampaikan kejaksaan di Arak. Saudara laki-laki pelaku yang ikut bersamanya dalam penembakan massal itu, juga telah ditangkap.
Sebelumnya pada 1 Januari lalu, pelaku telah mendapat pembebasan dengan jaminan sebesar dua miliar rial (US$ 50 ribu). (ita/ita)











































