Seperti dilansir Reuters, Kamis (12/1/2017), Alan Langdon (46) dan putrinya yang bernama Que, awalnya berencana melakukan pelayaran singkat dari Kawhiake ke Bay of Islands, yang ada di pantai timur Selandia Baru. Namun insiden terjadi di tengah pelayaran.
Saat badai melanda, bagian kemudi kapal pesiar kecil yang ditumpangi keduanya rusak. Ayah dan anak ini pun terombang-ambing tak pasti di tengah lautan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: REUTERS/Dianne GrayKapal yang ditumpangi Alan Langdon dan putrinya |
Hingga akhirnya pada Rabu (11/1) waktu setempat, kapal sepanjang 6,4 meter itu tiba di daratan Australia. Kapal berhasil berlabuh di Ulladulla, sebuah pelabuhan nelayan berjarak 230 kilometer sebelah selatan kota Sydney. Kapal itu tercatat telah berlayar sejauh 2 ribu kilometer di Laut Tasman.
"Saya menunggu hingga cuaca membaik, yang tidak kunjung tiba. Pada tahap itu, kami terombang-ambing ke selatan dan keluar (ke laut lepas)," imbuh Landon, yang mengaku saat itu berpikir lebih aman mengarahkan layar ke Australia, melalui Laut Tasman.
Tibanya Langdon dan putrinya di Australia mengakhiri upaya pencarian internasional yang selama ini digelar. Langdon akan menghabiskan beberapa hari di Ulladulla untuk memperbaiki kemudinya yang rusak, sebelum berlayar kembali ke arah utara, tepatnya ke Pelabuhan Kembla untuk menjalani prosedur imigrasi Australia.
(nvc/ita)












































Foto: REUTERS/Dianne Gray