56 Orang Tewas Akibat Rentetan Bom Taliban di Afghanistan

56 Orang Tewas Akibat Rentetan Bom Taliban di Afghanistan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 11 Jan 2017 16:59 WIB
56 Orang Tewas Akibat Rentetan Bom Taliban di Afghanistan
ilustrasi militan Taliban (Foto: Reuters)
Dubai, - Lima pejabat Uni Emirat Arab (UAE) termasuk di antara sekitar 56 orang yang tewas dalam serangkaian serangan bom di Afghanistan. Ledakan-ledakan bom itu diklaim didalangi kelompok radikal Taliban.

Kelima pejabat UAE tersebut termasuk di antara 13 orang yang tewas, ketika bahan peledak yang disembunyikan di sebuah sofa meledak di areal kantor gubernur di Kandahar, Afghanistan selatan pada Selasa, 10 Januari waktu setempat.

Gubernur Kandahar Humayun Azizi dan Duta Besar UAE untuk Afghanistan, Juma Mohammed Abdullah Al Kaabi terluka dalam insiden itu. Juru bicara Kementerian Kesehatan Afghanistan Waheed Majroh mengingatkan, jumlah korban jiwa kemungkinan masih akan bertambah, mengingat banyak korban luka yang kini tengah berjuang melawan maut di rumah sakit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat kejadian, pejabat-pejabat UAE tersebut tengah dalam misi melakukan proyek kemanusiaan, pendidikan dan pembangunan.

"Insiden ini tak akan mempengaruhi hubungan dan kerja sama antara Afghanistan dan UAE," kata Presiden Afghanistan Ashraf Ghani seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (11/1/2017).

Taliban membantah mendalangi rentetan serangan bom di Kandahar itu. Namun kelompok Taliban mengaku bertanggung jawab atas ledakan-ledakan bom di Kabul, beberapa jam sebelum serangan bom di Kandahar. Ledakan bom kembar di Kabul itu terjadi saat para pegawai keluar dari sebuah paviliun parlemen, yang dijadikan sebagai kantor para anggota parlemen. Setidaknya 36 orang tewas dan 80 orang lainnya luka-luka dalam ledakan bom tersebut.

Sebelum itu, juga di hari yang sama, Selasa (10/1) waktu setempat, seorang pengebom bunuh diri Taliban menewaskan tujuh orang di Lashkar Gah, ibukota provinsi Helmand.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Afghanistan Waheed Majroh mengingatkan, jumlah korban jiwa kemungkinan masih akan bertambah, mengingat banyak korban luka yang kini tengah berjuang melawan maut di rumah sakit.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads