Pidato Terakhir di Chicago, Obama Akan Bahas Arah Masa Depan AS

Pidato Terakhir di Chicago, Obama Akan Bahas Arah Masa Depan AS

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 10 Jan 2017 16:21 WIB
Pidato Terakhir di Chicago, Obama Akan Bahas Arah Masa Depan AS
Barack Obama saat berpidato di Chicago pada November 2008 lalu (AFP Photo/Jewel Samad)
Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama akan menutup buku kepresidenannya. Pidato perpisahan Obama yang akan disampaikan di Chicago pada Selasa (10/1) waktu setempat, disinyalir berupaya menyemangati pendukungnya, yang kecewa setelah Donald Trump menang mengejutkan dalam pilpres.

Seperti dilansir AFP, Selasa (10/1/2017), Obama untuk terakhir kalinya akan terbang dengan pesawat kepresidenan Air Force One ke kota asalnya, Chicago, di negara bagian Illinois. Dia akan berpidato di depan massa di lokasi yang tak jauh dari lokasi pidato kemenangan pilpres sekitar 8 tahun lalu.

Para pendukung Obama yang kebanyakan warga Afrika-Amerika, rela menunggu di tengah cuaca dingin di Chicago demi tiket gratis untuk menyaksikan Obama berpidato. Beberapa tiket gratis itu malah ada yang dijual hingga US$ 1.000 di situs online Craigslist.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ibu Negara Michelle Obama, Wakil Presiden Joe Biden dan istrinya Jill Biden juga akan ikut dalam perjalanan ke Chicago tersebut. Penerbangan dari Washington DC ke Chicago ini akan menjadi perjalanan sentimental mengenang masa lalu.

Baca juga: Obama Akan Sampaikan Pidato Perpisahan di Chicago Pekan Depan

Pemimpin tim penulis pidato kepresidenan, Cody Keenan, menyatakan pidato perpisahan ini akan membahas soal visi Obama tentang arah masa depan AS seharusnya.

"Ini tidak akan menjadi pidato anti-Trump, ini tidak akan menjadi hal yang menghasut dan memicu sentimen, ini akan bergaya negarawan tapi juga jujur tentang dia. Pidato ini akan menceritakan kisah," terang Keenan kepada AFP.

Keenan menambahkan, perjalanan ke Chicago ini tidak hanya sekadar nostalgia. "Untaian yang dijalani sepanjang kariernya dari hari-harinya sebagai penggerak masyarakat hingga ke Ruang Oval, menjadi gagasan jika Anda mengumpulkan orang biasa dan mendidik mereka, memberdayakan mereka, membuat mereka bertindak pada sesuatu hal, saat itulah hal-hal baik akan terjadi," terangnya.



"Bagi dia (Obama-red), sebagai seseorang yang mengawali karier sebagai penggerak masyarakat, yang kampanyenya digerakkan oleh kaum muda, orang biasa, kami memutuskan kami ingin kembali ke Chicago. Chicago bukan hanya kota asal, itu kota tempat kariernya dimulai," imbuh Keenan.

Kini, kota itu menjadi tempat karier kepresidenan Obama berakhir secara efektif.

(nvc/ita)


Berita Terkait