Seperti dilansir Reuters, Selasa (10/1/2017), kedua negara bagian itu diterjang badai sejak sepekan terakhir yang dipicu sistem cuaca bernama 'Pineapple Express' yang membawa kelembapan dari Hawaii. Badai memicu banjir di wilayah ladang anggur California dan sebelah timur Danau Tahoe di Nevada.
Foto: REUTERS/Stephen Lam |
Badai ini sempat memutuskan aliran listrik ke lebih dari 570 ribu warga di California bagian utara dan tengah sejak Sabtu (7/1) waktu setempat. Juru bicara perusahaan listrik AS Pacific Gas and Electric, Tom Schmitz, menyatakan nyaris seluruh aliran listrik telah dipulihkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Usai Kekeringan, California Dilanda Badai Diwarnai Salju dan Es
Sedangkan di wilayah Nevada, sekitar 400 rumah warga di Reno diperintahkan untuk dievakuasi karena Sungai Truckee meluap. Sungai itu membentang di tengah kota Reno.
Otoritas negara bagian California maupun Nevada masih menaksir dampak banjir ini. Sejak sepekan terakhir, badai membawa hujan dengan curah 25-38 cm dan salju ke pegunungan Sierra Nevada di California.
Foto: REUTERS/Stephen Lam |
Pada akhir pekan, ladang anggur di Napa Valeey, California lolos dari bahaya hujan deras. Justru diharapkan hujan akan mencukupkan persediaan air untuk industri penyulingan wine setelah 5 tahun dilanda kekeringan. "Kami bersyukur melihat hujan turun," ucap juru bicara Napa Valley Vintners, Patsy McGaughy.
Sementara itu, 27 rumah rusak akibat banjir di Monterey County, San Francisco setelah Sungai Carmel meluap pada Minggu (8/1) waktu setempat. Seorang wanita di San Francisco Bay, dilaporkan tewas setelah tertimpa pohon tumbang pada Sabtu (7/1). Petugas pemadam setempat menyebut, cuaca buruk yang memicu pohon itu tumbang.
(nvc/ita)












































Foto: REUTERS/Stephen Lam
Foto: REUTERS/Stephen Lam