Pada Kamis (5/1) lalu, empat pria bertopeng menyerang para pekerja Myanmar setelah mereka meninggalkan sebuah pabrik di distrik Serdang, pinggiran ibukota Kuala Lumpur. Lima orang tewas dan dua orang lainnya luka-luka dalam penyerangan dengan menggunakan pedang tersebut.
Kepolisian Malaysia menyatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (9/1/2017), tujuh pria Myanmar telah ditahan tak lama setelah pembunuhan tersebut. Kepolisian menyatakan sejauh ini tak ada motif agama di balik pembunuhan itu. Namun polisi tidak menjelaskan lebih detail.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasukan militer Myanmar dituding melakukan kekerasan terhadap warga Rohingya di negara bagian Rakhine, menyusul penyerangan terhadap para polisi Myanmar di pos-pos perbatasan dekat perbatasan Bangladesh pada 9 Oktober 2016 lalu. Sembilan polisi Myanmar tewas dalam serangan-serangan tersebut. Pemerintah Myanmar telah membantah tuduhan kekerasan tersebut.
Pada Desember 2016 lalu, pemerintah Myanmar menghentikan pengiriman tenaga kerjanya ke Malaysia. Ini dilakukan setelah Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menyebut perlakuan Myanmar terhadap Rohingya sebagai "genosida" dan menyerukan adanya intervensi internasional.
(ita/ita)











































