Menderita Penyakit Jantung, Gorila AS Umur 32 Tahun Mati

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 09 Jan 2017 15:11 WIB
Foto Bebac pada tahun 2008 lalu (Marvin Fong/The Plain Dealer/cleveland.com)
Ohio - Salah satu dari dua gorila jantan di Kebun Binatang Cleveland, Ohio, Amerika Serikat (AS), mati. Gorila berusia 32 tahun ini mati beberapa tahun setelah dia didiagnosis menderita penyakit jantung.

Seperti dilansir Reuters, Senin (9/1/2017), gorila jantan bernama Bebac yang merupakan jenis gorila dataran rendah atau western lowland ini, mati pada Jumat (6/1) waktu setempat. Kematian Bebac menjadikan gorila jantan lainnya bernama Mokolo yang berusia 29 tahun, sebagai satu-satunya jenis western lowland yang tersisa di kebun binatang itu.

"Ini merupakan kehilangan yang sangat sulit bagi semua orang yang terkait dengan Kebun Binatang Cleveland Metroparks," ujar pihak kebun binatang melalui halaman Facebook-nya.

Pihak kebun binatang meminta publik untuk terus mendukung program konservasi gorila di kebun binatang itu untuk mengenang Bebac. Program ini bertujuan untuk melindungi gorila yang rawan punah di Rwanda juga Kongo.

Kedua gorila di kebun binatang Cleveland didiagnosis penyakit jantung sejak tahun 2008. Pihak kebun binatang berusaha keras menjaga kondisi kedua gorila dengan mengubah diet dan mendorong kedua gorila mencari makan sendiri.

Hanya beberapa kebun binatang di AS yang menampung gorila jenis western lowland. Pada Mei tahun lalu, gorila jantan bernama Harambe ditembak mati di kebun binatang Cincinnati, setelah seorang anak tak sengaja jatuh ke kandangnya. Penembakan itu memicu kemarahan publik.

Seekor gorila bisa hidup hingga 50 tahun atau lebih, baik dalam penangkaran maupun di alam liar. Namun pada praktiknya, usia setua itu bagi gorila sangatlah jarang terjadi. Saat ini, seekor gorila betina di Columbus, Ohio yang bernama Colo, mencatat rekor sebagai gorila tertua di AS dengan usia 60 tahun.

(nvc/ita)