Mantan Presiden Portugal Mario Soares Tutup Usia

Mantan Presiden Portugal Mario Soares Tutup Usia

Aditya Mardiastuti - detikNews
Minggu, 08 Jan 2017 12:16 WIB
Mantan Presiden Portugal Mario Soares Tutup Usia
Foto: Miguel Riopa/AFP
Jakarta - Mantan Presiden dan juga Bapak Demokrasi Portugal Mario Soares meninggal dunia setelah dua pekan dirawat di rumah sakit. Soares tutup usia pada usia 92 tahun pada Sabtu (7/1).

Pria yang juga dikenal sebagai pendiri Partai Sosialis Portugal itu beberapa dekade hidupnya dalam politik dan berjasa dalam keikutsertaan negaranya ke Uni Eropa. Soares menjadi Presiden Portugal pada 1986-1996 setelah sebelumnya menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dan Perdana Menteri.

Dilansir dari kantor berita AFP, Minggu (8/1/2017), Portugal menyatakan hari berkabung nasional selama tiga hari hingga Senin (9/1). Sementara pemakaman secara kenegaraan akan diselenggarakan pada Selasa (10/1).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami telah kehilangan seseorang yang telah beberapa kali menjadi wajah dan suara kebebasan, yang dia perjuangkan sepanjang hidupnya," ujar Perdana Menteri Antonio Costa.

Soares sempat dirawat di sebuah Rumah Sakit di Lisbon sejak 13 Desember 2016. Meski kondisinya sempat menunjukkan kemajuan namun akhirnya dia jatuh koma dan tidak pernah sadar.

Pihak rumah sakit tidak merilis penyebab kematian Soares namun kerabat dekatnya mengatakan dia tidak pernah sembuh dari penyakit kronis yang diderita sejak 2013. Kesehatan Soares terus memburuk sejak istrinya meninggal pada Juli 2015.

Antonio Guterres, Sekjen PBB yang baru, memuji Soares sebagai salah satu dari pemimpin politik yang berpengaruh di Eropa dan juga dunia.

Mantan Presiden Brazil Dilma Roussef mengatakan Soares dikagumi oleh masyarakatnya dan disegani karena pencapaiannya.

Pejuang Kebebasan

Mario Alberto Nobre Lopes Soares lahir di Lisbon pada 7 Desember 1924. Dia dibesarkan oleh sebuah keluarga yang menentang kediktaktoran Antonio Oliveira Salazar.

Mario Soares juga dikenal sebagai sosok yang berkarisma, humanis dan juga humoris. Soares percaya pada kemanusiaan dan perkembangannya.

Dia mendeskripsikan dirinya didorong oleh rasa keinginan besar untuk hidup dan dengan rasa ingin tahu yang sangat besar. Pencapaian terbesarnya adalah saat Portugal masuk pada Masyarakat Ekonomi Eropa pada 1986.

Presiden Prancis Francois Hollande mengucapkan demokrasi Portugal telah kehilangan pahlawannya, Eropa telah kehilangan salah satu pemimpin terbaiknya, dan Prancis kehilangan salah satu teman loyalnya.

Sementara Kepala Parlemen Eropa Martin Schulz menjelaskan Soares sebagai sosok bersejarah. "Dia adalah inspirasi. Dia meningkatkan makna kebebasan, kesetaraan dan martabat bangsa," kata dia.

(ams/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads