Serangan ini disebut sebagai serangan paling mematikan yang terjadi di kota yang terletak Provinsi Aleppo Utara itu. Sebelumnya wilayah ini secara rutin dilanda serangan bom yang menargetkan pemberontak dan warga sipil.
Organisasi Observatorium Suriah yang berbasis di Inggris untuk hak asasi manusia menyebut sedikitnya 14 orang pemberontak meninggal dalam serangan tersebut. Tetapi banyak juga dari mereka warga sipil yang ikut menjadi korban. Termasuk di antaranya 5 orang hakim dari berbagai faksi oposisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Identifikasi korban meninggal itu terhambat oleh fakta, bahwa beberapa badan benar-benar terbakar dalam ledakan itu," ujarnya.
Dalam sebuah video ditunjukan asap besar yang mengepul tinggi dari jalan dan bangunan yang porak poranda. Beberapa alat berat juga tampak membereskan puing-puing bangunan.
Ini merupakan serangan yang kesekian kalinya kepada wilayah Azaz menggunakan bom. Sebelumnya sebanyak 25 orang warga sipil dan pejuang oposisi tewas dalam sebuah ledakan mobil di markas para pemberontak
Para pemberontak menyebut ISIS berada di balik serangan itu. Ledakan ini terjadi di tengah gencatan senjata.
(nvl/bag)











































