PM Netanyahu Kembali Diperiksa Terkait Skandal Gratifikasi

PM Netanyahu Kembali Diperiksa Terkait Skandal Gratifikasi

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 06 Jan 2017 19:04 WIB
PM Netanyahu Kembali Diperiksa Terkait Skandal Gratifikasi
Benjamin Netanyahu (REUTERS/Abir Sultan/Pool)
Yerusalem - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjalani pemeriksaan kepolisian untuk kedua kalinya terkait skandal gratifikasi. Dalam kasus ini, Netanyahu dicurigai menerima 'hadiah' secara ilegal dari pengusaha kaya.

Disampaikan Kepolisian Israel dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Jumat (6/1/2017), penyidik kepolisian menanyai Netanyahu selama 5 jam di kediamannya di Yerusalem pada Kamis (5/1) waktu setempat. Ini merupakan pemeriksaan kedua kalinya terkait penyelidikan kasus dugaan korupsi yang menyeretnya.

Polisi menyebut, pemeriksaan ini juga berkaitan dengan kasus lainnya. Satu orang lainnya yang disebut sebagai tersangka kedua, diinterogasi dalam beberapa hari terakhir oleh polisi. Kantor PM Netanyahu menolak untuk mengomentari pemeriksaan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dituturkan Jaksa Agung Avichai Mandelblit yang mengawasi penyelidikan kasus ini, Netanyahu diduga menerima berbagai 'hadiah' dari para pengusaha. Mandelblit tidak menjelaskan langsung pernyataannya.

Baca juga: Benjamin Netanyahu Diperiksa Penyidik Soal Gratifikasi

Namun berbagai media Israel melaporkan bahwa Netanyahu diduga menerima berbagai hadiah senilai puluhan ribu dollar Amerika.

Pemeriksaan pertama Netanyahu oleh kepolisian digelar pada Senin (2/1) lalu dan berlangsung selama 3 jam. Sebelum pemeriksaan pertama digelar, Netanyahu memberikan pernyataan, yang intinya membantah adanya pelanggaran hukum oleh dirinya.

"Tidak akan ada apapun karena memang tidak ada apa-apa," ucapnya berulang kali.

Kasus ini mengguncang panggung politik Israel. Kasus ini juga memicu pertanyaan soal apakah Netanyahu (67) yang menjabat PM Israel untuk periode keempat ini, akhirnya akan dipaksa mengundurkan diri karena kasus ini.

Dalam pernyataan sebelumnya, Netanyahu mengaku telah menerima uang dari pengusaha asal Prancis bernama Arnaud Mimran, yang telah divonis 8 tahun penjara atas kasus penipuan di Paris. Kantor Netanyahu mengakui ada kontribusi dari Mimran sebesar US$ 40 ribu pada tahun 2001 untuk Netanyahu, yang saat itu tak sedang memegang jabatan publik. Kontribusi itu disebut sebagai bagian dari biaya aktivitas publik, termasuk kunjungan ke luar negeri untuk mempromosikan Israel.

(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads